Masyarakat Harus Tahu, Cara Membedakan Pasien Convid19 dalam Pengawasan atau Pemantauan

Masyarakat Harus Tahu, Cara Membedakan Pasien Convid19 dalam Pengawasan atau Pemantauan
0 Komentar

Jaka mengingatkan, pasien yang terjangkit convid19 bisa saja kelihatan sehat. Sebab, dari beberapa kasus 80 persen hanya batuk pilek dan meriang. 10 persen radang Paru (sesak), 7 persen gagal napas (masuk icu), dan hanya 3 persen meninggal.

Pasien yang batuk pilek tanpa sesak bisa menularkan virus corona atau dalam masa inkubasi.

’’Inilah mengapa banyak pasien yang terinfeksi covid19 heran, di lingkungannya tidak ada yang sakit berat, tapi dia bisa terinfeksi,’’ucap Jaka.

Baca Juga:Gawat Nih! 24 Orang Warga Bandung yang Baru Pulang dari Negara Terjangkit Convid-19 Hanya Dipantau di RumahPeminat Membludak, Pendaftaran Mudik Gratis di Cimahi Sudah Ditutup

Dari data ini, lanjut dia, banyak pasien-pasien yang di isolasi, perawatan di rumah sakit tapi mereka sebenernya hanya berisitirahat saja.

’’Yang di isolasi itu kebanyakan tidur-tiduran, atau main tik tok san lihat berita di media, karena gejala yang diderita itu ringan, tapi mereka di isolasi agar tidak menyebarkan virus ke orang lain,’’ucap dia.

Jaka mengatakan, salah-satu penyebab convid19 menjadi berat adalah daya tahan tubuh yang rendah, fator usia, atau tidak berfungsinya imunitas karena penyakit lain.

Virus convid-19 sebetulnya lebih rendah kemampuannya dalam menimbulkan gejala, tapi tinggi dalam penyebaran infeksinya atau dengan kata lain cocok sebagai senjata teroris, menimbulkan teror bukan sebagai senjata nuklir.

Untuk pemeriksaan virus bukan diperiksa darahnya, tetapi cairan apusan di tenggorokan (dahak). Jika negative maka akan diulang kembali 24 jam berikutnya. Bila hasilnya kembali negatif maka pasien bisa dikeluarkan dari pengawasan.

Sedangkan untuk pengobatan convid19, meski belum dipatenkan secara resmi, saat ini telah ada regimen yang direkomendasikan diantaranya obat malaria (cloroquine) + darunavir (atau hiv) atau oseltamivir (antivirus flu burung) + atazanvir (anti hiv).

Jaka menghimbau, sebaiknya masyarakat harus tenang dan mawas diri. Sebab, penyakit ini tidak seperti video-video hoax di cina yang berjatuhan seperti Zombi.

Baca Juga:Mau Naik Kereta Api? PT KAI Anjurkan Penumpang Pakai MaskerWakil Wali Kota Bandung Khawatir Virus Korona Menyebar, Acara Konferensi Asia Afrika Minta Ditinjau Ulang

’’Mawas diri itu dalam bentuk memproteksi diri dengan menggunakan masker,cuci tangan dan pola hidup sehat,’’cetus Jaka.

Di bawah ini adalah tabel untuk mempelajari apa itu pasien pengawasan dan pemantauan. Sehingga apabila kita masuk dalam kriteria tersebut bisa langsung melaporkan ke tenaga medis terdekat. (@jcowacko/yan)

0 Komentar