CIPARAY – Keberadaan bank emok yang beroperasi di tengah masyarakat menengah ke bawah sepertinya sudah sangat meresahkan. Sabab, baru-baru ini tersiar kabar bahwa, hanya gara-gara punya hutang ratusan ribu rupiah ada oknum warga yang nekat menawarkan tubuhnya demi melunasi hutang ke lintah darat itu.
Dengan persyaratan begitu mudah, banyak warga yang sebagian
besar ibu rumah tangga malah tertarik meminjam uang ke bank emok. Namun, di balik
kemudahan itu diduga ada transaksi yang tak lazim dengan istilah “Sabank
Emokeun”.
Salah seorang warga di Kecamatan Ciparay Sahrudin alias Udin
37 mengaku kaget ada warga nekad menjual diri hanya untuk melunasi hutang di
bank emok.
Baca Juga:SMA/SMK di Jabar Akan Belajar Kitab Kuning dalam Program Ajengan Masuk SekolahGebrakan Mendikbud Bayar SPP Bisa Pakai GoPay
“Ini mah pengalaman saya sendiri, tiba-tiba ada wanita
yang datang, dan menawarkan diri mengajak kencan, dan bilang tidak apa-apa
dibayar Sabank Emokeun,” ungkap Udin saat di wawancara, Senin (17/2).
Merasa penasaran, dia bertanya kepada wanita itu. Istilah
kata ‘Sabank Emokeun’ yaitu tidak apa-apa dibayar hanya Rp 150 ribu asal ada
buat bayar bank emok.
“Wanita itu bilang dirinya terlilit hutang ke bank
emok, sehingga wanita tersebut menjual diri hanya untuk bayar bank emok, tidak
lebih” katanya.
Masih menurut Udin, kejadian serupa sering terjadi di
wilayah Banjaran, Majalaya, dan Paseh. Bahkan, informasi itu tersebar dari
mulut ke mulut atau lewat komunikasi media sosial.
“Wanita yang menawarkan diri itu, rata-rata telah
memiliki suami. Tapi karena suaminya tidak tau bahwa istrinya pinjam uang ke
bank emok, sang istri kalang kabut mencari uang, sehingga nekat menjual diri,’’ujar
dia.
Menanggapi hal ini, Tokoh Masyarakat Kabupaten Bandung yang
juga Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Cucun Ahmad
Syamsurijal mengatakan, bank emok dan praktek rentenir dalam bentuk apapun
harus dihentikan.
“Semua pihak baik kalangan ulama, tokoh masyarakat,
pemerintah daerah harus punya kepedulian untuk mengantisipasi hal ini, karena
bisa menyengsarakan rakyat,” kata Cucun.
Baca Juga:Dinding Bangunan Sekolah SDN 2 Gunung Bentang Padalarang Jebol Kena Luapan BanjirGuyuran Hujan Deras, Lahan Dekat Tol Purbaleunyi KM 118 Kembali Longsor
Sebagai regulator di Jakarta, dia sering mengingatkan OJK
untuk terus mengawasi praktek-praktek transaksi keuangan yang menjerat
