KBB – Warga Kampung Hegarmanah, RT 03/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, berusaha mengais sisa barang berharga yang bisa diselamatkan dari rumahnya yang rusak parah akibat diterjang longsor, Selasa (11/2) malam.
Salah satunya Abas Saefuloh, 37. Rumah yang ditinggali
bersama istri dan seorang anaknya turut ambruk diterjang longsor. Dibantu pihak
kepolisian, ia menyisir bagian kamar dan ruang tamu mengamankan beberapa koper,
celengan sang anak, Al-quran, dan mesin cuci dari loteng rumahnya.
“Sekarang hanya ngambil sisa barangnya saja sebelum
dipasang garis polisi karena berbahaya. Kemarin malam sempat ngambil surat
berharga dan emas punya istri,” tutur Abas, saat ditemui di kediamannya,
Rabu (12/2).
Baca Juga:Diduga Jadi Biangkerok Banjir dan Macet, Wagub Sidak PT KahatexGara-gara Terlambat Masuk, Oknum Guru SMA di Bekasi Diduga Aniaya Siswa
Bak sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah semua harta benda
termasuk rumahnya rusak, ia tak tahu harus tinggal dimana lagi sebab tak bisa
terus menerus menumpang di tetangganya.
“Untuk sementara mungkin bisa numpang tinggal di
tetangga, tapi kalau terlalu lama juga kan ga enak. Saya engga punya uang buat
beli tanah dan bangun rumah lagi,” katanya.
Ditanya soal kerugian yang dialami akibat bencana tersebut,
Abas sedikitnya mengatakan kerugian materi ditaksir hampir Rp 100 juta.
“Bisa sampai segitu. Karena bangunan lantai 2 kan
hancur. Yang mahal itu ongkos angkut material bangunan, karena melewati
gang,” terangnya.
Berbicara sedikit soal bencana yang dialaminya dan puluhan
rumah lainnya, Abas mengaku masih tak percaya longsor tanah bisa menerjang
rumahnya yang memang memunggungi derasnya longsoran tanah yang turut menyapu
hamparan sawah terasering dan kolam ikan.
“Jadi saya awalnya dengar warga teriak longsor, terus
saya cek dulu ke titik longsornya. Setelah lihat ada tanah bergerak maju
seperti ombak, saya langsung lari lagi ke rumah menyelamatkan anak dan
istri,” kisahnya.
Dia tak memikirkan menyelamatkan harta benda selain
keselamatan orang-orang tercintanya. “Kalau harta bisa dicari lagi, yang
penting keluarga selamat,” tandasnya. (mg6/yan)
