oleh

Bupati Bekasi Non-Aktif Neneng Hasanah Didakwa Terima Suap Rp18 Miliar

BANDUNG – Sidang lanjutan kasus suap terhadap izin proyek Meikarta telah memasuki pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin dengan dakwaan alternatif.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Neneng bersama anak buahnya telah menerima suap Rp 18 miliar, dan terancam dihukum maksimal 20 tahun penjara.

Tim JPU KPK menghadirkan empat orang terdakwa, mereka yakni Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin, mantan Kadis PUPR Jamaludin, mantan Kepala DPMPTSP Dewi Tisnawati, mantan Kadiskar Bekasi Sahat Maju Banjarnahor, dan mantan Kabid Tata Ruang PUPR Neneng Rahmi Nurlaili.

Baca Juga:  Bandung Alumni Fight Covid-19 Akan Fasilitasi Penyuntikan Vaksin Bagi Lansia di Jawa Barat

Di persidangan JPU KPK Dody dan Yadyn silih bergan­tian membacakan berkas dakwaan. Dalam dakwaannya JPU menyatakan para ter­dakwa melakukan dengan cara menyuruh mdan turut serta menerima hadiah atau janji dengan menerima uang sebesar Rp16,182 miliar dan SGD 270 ribu atau dengan total Rp 18 miliar.

”Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melaku­kan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya sebagai Bu­pati Bekasi,” katanya.

Baca Juga:  Atlet Lalu Muhammad Zohri Masuk Kategori Atlet Bersinar di Bawah 30 Tahun Versi Forbes

Adapun jika dirinci, jumlah uang suap mengalir kepada Neneng Hasanah Yasin se­besar Rp10, 830 miliar, dan SGD 90 ribu, Jamaludin me­nerima Rp1,2 miliar, Dewi Tisnawati Rp 1 miliar, dan SGD 90 ribu, kemudian Sahat Maju Banjarnahor Rp 952 juta, dan Neneng Rahmi se­nilai Rp 700 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga