oleh

KIPP Unpad Sorot Netralitas ASN

BANDUNG – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia dan Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran (Unpad) mengimbau aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri untuk netral dalam Pemilu 2019.

Ketua PSPK Unpad Muradi mengatakan, ketiga insitusi tersebut harus menjaga netralitasnya pada pemilu mendatang. Kalau pun harus terlibat aktif, hal itu dilakukan hanya pada posisi tertentu.

”ASN, Polri, TNI tidak boleh berpihak atau mendukung salah satu calon dalam kontestasi Pileg dan Pilpres,” tegas Muradi di sela-sela Diskusi Pemilu 2019 bertajuk Netralitas ASN, TNI, dan Polri dalam Pemilu 2019 di Centropunto Cafe Jalan Trunojoyo, Bandung, kemarin (11/10).

Menurut Muradi, ketiga institusi tersebut hanya terlibat aktif dalam rangka membantu penyelenggara pemilu. Misalnya, dalam distribusi surat maupun kotak suara. Lebih jauh, mereka juga bisa terlibat dalam pengamanan surat dan kotak suara.

”Tapi kalau kemudian misalnya mengarah kepada salah satu calon yah itu dijadikan sebuah catatan bahwa itu tidak boleh. Dalam politik, UU TNI, Polri atau ASN sudah melarang. ASN apalagi,” jelas Muradi.

Dia menambahkan, salah satu yang disorot PSPK Unpad yakni ASN. Berdasarkan catatannya, ASN pada Pemilu 2018 merupakan institusi yang tidak terlalu netral.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga