oleh

Sampah di Pasar Sayati Terus Menggunung

SOREANG – Puluhan pe­dagang di Pasar Sayati Indah, Kabupaten Bandung ter­paksa tidak bisa berjualan sebab lokasi kios yang di­gunakan untuk berdagang tertutupi oleh tumpukan sampah. Sementara itu, pengangkutan sampah dila­kukan oleh pihak Pemerin­tah Kabupaten Bandung berjalan tidak rutin.

Salah seorang pedagang yang tergabung di Himpunan Pedagang Pusat Pembelan­jaan Sayati Indah (HIPPPSI), Ahmad (51) mengungkapkan sampah menumpuk di Pasar Sayati dibiarkan menggu­nung sudah lama terjadi dan tidak sering diangkut bak sampah.

Baca Juga:  Densus Profesional, Menindak Siapapun yang Diduga Terlibat Teror

”20 kios tertutup dan tidak beroperasi akibat sampah yang menumpuk. Disini itu, kalau sampah diangkut dan bersih terus lama lagi gak diangkut,” ujarnya saat be­rada di Soreang, Kabupaten Bandung, Kemarin (3/10).

Da mengungkapkan, ke­tika di konfirmasi ke Ke­pala UPT Margahayu, tidak bisa memberikan keterang­an pasti menganai pengang­kutan tumpukan sampah tersebut. Sehingga, pedagang kecewa dengan kondisi pa­sar yang bertahun-tahun menumpuk dan jarang di­angkat.

Baca Juga:  Tercatat 336 PTS Tidak Punya Mahasiswa Satu pun

Hal yang sama dikatakan salah seorang pengunjung Pasar Sayati, Hidayah menga­ku kaget dengan kondisi bagian belakang pasar Say­ati yang dipenuhi sampah dan menutup akses kios yang berjualan.

”Kalau kondisi seperti ini, membuat pengunjung pasar meras enggan untuk be­lanja ke pasar. Seharusnya pemerintah menata pasar tradisional untuk memberi kenyamanan kepada peng­unjung,” tuturnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga