Gelombang Tinggi Hantam Selatan Jawa

Dia menyebutkan di daerah Madasari Kecamatan Cimerak ada dua perahu yang mengalami rusak ringan, kemudian di Legokjawa tiga dusun gagal panen akibat sawah terendam banjir, kerugian ditaksir mencapai Rp 120 juta. ”Kemudian di Batu Karas dua perahu rusak, sementara di Batu Hiu tembok penahan ombak jebol, pohon tumbang dan kabel listrik putus,” bebernya.

Kemudian di wilayah Pantai Pangandaran untuk sementara tercatat ada sembilan perahu yang mengalami kerusakan. Sementara di Pantai Karapyak tercatat dua warung mengalami kerusakan, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 25 juta. ”Jadi untuk total kerugian kita belum bisa menyimpulkan secara keseluruhan,” ungkapnya.

Hari ini (26/7), pihaknya akan mengerahkan pegawai dari tiap SKPD dan pelajar membersihkan puing-puing dan sampah yang terbawa oleh ombak laut. ”Untuk besok (hari ini, Red) kegiatan di Pantai Batu Hiu dan Pantai Pangangandaran, sementara hari Jumat (27/7) di Pantai Karapyak,” jelasnya.

Mahmud mengatakan objek wisata pantai Karapyak dan Batu Hiu sempat ditutup selama tiga jam, ketika gelombang tinggi memuncak. ”Mudah-mudahan saja ke depan bisa terus reda,” tuturnya.
Mahmud meminta petugas dan relawan terus waspada mengantisipasi adanya gelombang tinggi susulan. ”Menurut BMKG puncaknya dari kemarin sampai hari ini (26/7,),” jelasnya.
Terpisah Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat melaporkan bahwa ombak telah naik jauh ke pantai dan membuat 114 orang atau 33 Kepala Keluarga (KK) mengungsi sementara ke gedung-gedung sekolah.

Warga yang mengungsai berasal dari Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung dan Desa Kuranji, Kecamatan Labu Api, Lombok Barat. Lebih dari 64 rumah terendam air di Kecamatan Gerung dengan tinggi rata-rata 30 hingga 60 sentimeter. Sementara kerugian di Kecamatan Labu Api masih dalam penghitungan.

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa BPBD setempat telah menerjunkan 24 personil yang dibagi dalam 2 regu berkoordinasi dengan Tagana Dinas Sosial dan TNI/Polri untuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman, yakni Gedung Sekolah SDN 04 Taman Ayu.

”Gelombang masih terus menghantam perumahan, bapak-bapak berjaga di sekitar rumah, sementara ibu-ibu mengungsi,” kata Sutopo kemarin (25/7).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan