Lewis Prediksi Bahrain Milik Ferrari

‘‘Kalau kita mau jujur, Lewis adalah (pembalap) yang tercepat. Tahun lalu kami membikinnya berada di bawah tekanan,’‘ jelas pembalap 30 tahun tersebut. Tekanan bisa diberikan kepada Mercedes dengan mobil yang lebih cepat. Bahkan Mercedes harus memutar otak untuk memainkan strategi agar bisa tetap berada dekat dengan Vettel yang menjadi kampiun saat itu.

Vettel merasa Ferrari masih perlu memberikan sentuhan baik pada setingan mesin maupun aerodinamika. Karena “Loria”- nama yang diberikan Vettel untuk mobil barunya- belum bisa dibesut seperti yang diinginkan. ‘‘Saya ingin mobil yang bisa langsung merespon ketika saya menginjak rem dan mengajaknya berbelok. Saat ini, saya masih kesulitan dan belum merasa senang,’‘ paparnya.

Sementara itu, beberapa pembalap F1 mengeluhkan postur mobil 2018 yang sulit diajak melakukan overtaking. GP Australia sudah menjadi contoh terang bahwa balapan berlangsung begitu membosankan, sebelum akhirnya Vettel menelikung Hamilton melalui strategi pit stop dan munculnya safety car akibat insiden yang menimpa dua pembalap Haas.

‘‘Kalau saya menonton di televisi, pasti sudah saya matikan TV-nya,’‘ ujarnya. Menurutnya, mobilnya memiliki keunggulan mumpuni untuk menyalip pembalap di depannya, Fernando Alonso (McLaren). Tapi sama sekali tidak bisa melakukan apapun untuk menyalipnya. ‘‘Bahkan ketikan mobilmu lebih cepat 2-2,5 detik. Tidak ada yang bisa dilakukan,’‘ tandasnya.

FIA sendiri sudah mengantisipasi bahwa GP Australia bakal minim aksi salip-menyalip. Karena itu zona DRS ditambah menjadi tiga. Tapi Verstappen merasa masalahnya bukan pada sirkuitnya. Melainkan pada sisi mobil. ‘‘Saya rasa lebih karena downforce mobilnya. Karena sebelum ini tidak ada masalah dengan overtaking,’‘ tandasnya.

Verstappen mengingat bahwa berkali-kali mobilnya masuk dalam zona DRS. Namun begitu mobil digeber untuk memburu lawan menjadi sangat sulit. ‘‘Lihat saja Hamilton dengan Vettel. Atau sama dengan Alonso. Mereka jauh lebih lambat, tapi seberapapun mencoba tetap tidak ada perbedaan,’‘ pungkasnya dilansir Motorsport. (cak/ign)

Head to head Mercedes v Ferrari di GP Bahrain:

Total kemenangan:

Ferrari : 5 kali (2004, 2007, 2008, 2010, 2017)
Mercedes: 3 kali (2014, 2015, 2016)

Pembalap:

Sebastian Vettel: 3 kali (2012, 2013, 2017)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan