oleh

Tak Hanya Sebatas Bagi-bagi Angpau

Tahun Baru Imlek (1 Cia Gwee 2569) dirayakan masyarakat Tionghoa di Indonesia, termasuk kota Bandung. Kemeriahan makin terasa di kota Kembang karena ada satu tempat dengan nama Cina Town. Bagaimana kemeriahannya berikut liputannya.

IPAN SOPYAN/IGUN GUNAWAN, Bandung

SUASANA serba merah begitu masuk kawasan wisata di Jalan Kelenteng kota Bandung. Musik pengiring barongsai memecah suasana, selain itu sayup sampai terdengar suara suara instrument khas negeri tirai Bambu dari beberapa lokasi yang jauh.

Sepanjang perjalanan lebih kurang Satu kilometer didapati sejumlah wisatawan lokal dan pengunjung vihara yang berpakaian serba merah. Bau dufa, terasa saat kaki ini berjalan semakin mendekat. Sejumlah orang terlihat masuk vihara mereka melaksanakan ibadah dengan khusuk. Mereka percaya tahun anjing tanah memiliki kebaikan dalam usaha.

Tokoh Tionghoa sekaligus Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya, Cristofarus Suhadi menjelaskan tahun baru (xin nian) dikenal jugan dengan xin nun (musim semi baru). Menurut C Suhadi, makna Imlek bukan hanya sekedar pergantian musim, tradisi atau budaya saja. ”Tetapi ada makna yang lebih mendalam yakni makna spiritual, sosial dan makna budaya,” kata C Suhadi pada Jabar Ekspres.

Dikatakan Suhadi, Imlek bukan hanya sekedar angpau atau kue keranjang saja. Tetapi merupakan rangkaian keagamaan ditandai peribadahan kepada Tuhan, alam dan leluhur. Menurut dia perayaan Imlek memang berlangsung dalam beberapa tahap, namun yang paling terasa seperti yang terlihat pada Jumat pagi yakni adanya prosesi ibadah. ”Itu sebagai makna bentuk syukur kepada Tuhan dan leluhur, seraya menyampaikan prasetya dan berkomitmen untuk berusaha lebih baik dalam menjalani tahun baru. Dalam kesempatan yang bahagia ini. Saya baik sebagai pribadi maupun Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya, mengucapkan Selamat Tahun Imlek, 1Cia Gwee 2569. Gong Xi Fat Cay. Semoga tahun 2569, akan membawa banyak rejeki, kesehatan, keselamatan. Baik usaha kita maupun buat Bangsa dan Negara kita Indonesia. Dan tidak kalah penting agar dalam Kebhinekaan semua umat di Empat penjuru lautan bersaudara,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga