”Program leweung Sabilulungan saat ini telah berjalan dengan baik, diantaranya, di wilayah Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari leweung sabilulungan seluas 10 haktare, dan itu telah menjadi percontohan daerah lain,” ucapnya.
Sekertaris Yayasan Leweung Sabilulungan Wahyudin Aen Supardi menerangkan, selain penanaman, pihaknya telah mengadakan kegiatan konservasi seperti pembuatan teras sering dan teras lurus, serta membuat bak kontrol dan membuat saluran pembuangan air untuk menahan erosi.
”Untuk pemperdayaan masyarakat kita menanam kopi untuk tegakan yang bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat yang berada disekitar,” terangnya.
Baca Juga:BPN Targetkan 60 ribu Sertifikat di 2018SLRT Pemkab Dipelajari Daerah Lain
Lebih lanjut lagi Wahyudin mengatakan, pihaknya telah melakukan persemaian. Hingga saat ini persemaian tersebut telah menghasilkan sebanyak 60 ribu pohon. Menurutnya, sebanyak 60 ribu pohon tersebut sebagian untuk ditanam dan sebagian lagi untuk diberikan kepada masyarakat.
”Leuweung Sabilulungan ini telah menjadi lahan percontohan dan pelatihan. Kita pun telah melaksanakan kepada 40 orang petani hutan, setelah usai kegiatan, para petani pun diberi bantuan bibit,” katanya.
Di tahun 2017 ini ucap Wahyudin, pihaknya telah memberikan berbagai macam bibit sebanyak 35 ribu pohon kepada masyarakat, pohon antara lain di sejumlah wilayah diantaranya, Ciparay, Pacet, Ibun, dengan jenis pohon yakni jeruk, alpukat , kesemek, sawo kecik, dan manggis.
”Rencana kegiatan tahun 2018 mendatang, kami akan mengadan beberapa kegiatan, yakni Pembuatan Persemaian bibit kayu-kayuan dan buah buahan sebanyak 30 ribu pohon, fasilitasI pembangunan hutan rakyat dengan skema bagi hasil bersama Kemen LHK, penanaman di blok Gunung Kasur seluas 5 Ha, bantuan bibit kopi utk para petani sekitar hutan 5 ribu pohon,” paparnya. (yul/ign)
