oleh

Oknum Pegawai Imigrasi Dinonaktifkan

Lebih lanjut lagi Dirinya menjelaskan, untuk pembuatan paspor misalnya, proses antrian permohonan dilakukan dengan menggunakan aplikasi antrian permohonan paspor dan melalui WhatsApp, dimana masyarakat tidak perlu lagi mengantri yang berpotensi dimanfaatkan oleh para calo.

Hingga Juli 2017, lanjut Agung, Ditjen Imigrasi telah menerbitkan Paspor 48 halaman sebanyak Rp 1,3 juta buku dan Paspor 24 sebanyak 113.410 buku. Selain memberikan Paspor, Ditjen Imigrasi juga melakukan penundaan pemberian Paspor sebanyak 4.028 buku dengan berbagai alasan, seperti  identitas diri palsu, data diri tidak valid, hingga diduga akan menjadi TKI nonprosedural.

Baca Juga:  Hubungannya dengan Sule Kembali Hangat, Nathalie Holscher Ambil Pelajaran

Dia pun menghimbau, kepada masyarakat diharapkan untuk tidak menggunakan jasa pembuatan paspor melalui calo, selama data dan identitas diri yang dimiliki adalah benar dan valid maka tidak perlu khawatir tidak mendapatkan paspor.

”Apabila ditemukan adanya pungutan yang melebihi biaya PNBP yang ditetapkan maka dapat segera dilaporkan langsung kepada Kepala Kantor Imigrasi setempat atau media lainnya seperi aplikasi LAPOR atau Tim Saber Pungli baik yang ada pada tingkat daerah, wilayah atau pusat,” jelasnya.

Baca Juga:  Terry Putri Kemalingan Hingga Rugi Puluhan Miliar

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Polres Sukabumi pada hari Rabu tanggal 20 September 2017 telah mendatangi Kantor Imigrasi Sukabumi untuk meminta keterangan dari tersangka dan menyita beberapa barang bukti termasuk sejumlah uang sebesar Rp. 4 juta dari tempat tinggal tersangka. Hal ini dilakukan menyusul laporan masyarakat kepada Polisi tentang adanya calo pembuatan paspor atas nama R dan ER atau PU yang telah ditangkap sebelumnya, diduga bekerjasama dengan oknum petugas imigrasi pada Kantor Imigrasi Sukabumi. (yul/ign)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga