oleh

Per TPS Disepakati 300 Orang

jabarekspres.com, JAKARTA – Polemik jumlah pemilih per TPS (tempat pemungutan suara) di Pemilu 2019 mulai mencapai titik hilir. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menetapkan angka 300 sebagai jumlah pemilih maksimal di tempat masyarakat menyuarakan pilihan politiknya itu.

”Kami sudah tetapkan 300, sudah dipastikan,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi kemarin.

Ketentuan tersebut akan diatur dalam peraturan KPU (PKPU) terkait pemutakhiran data dan daftar pemilih. Saat ini draf PKPU tersebut masih disusun.

Pram menjelaskan, dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pansus dan pemerintah sejatinya menetapkan angka maksimal 500 pemilih. Itu sama dengan ketentuan saat Pileg 2014. Namun, karena situasinya sudah beda, angka 500 orang tidak bisa diakomodasi.

Sebagaimana simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang digelar KPU di Kabupaten Tangerang Agustus lalu, KPU sempat mengimplementasikan 500 pemilih per TPS. Namun, hasilnya tidak maksimal. Bukan hanya waktu pemungutan suara yang tak ideal, penghitungannya pun cukup lama. Sebab, ada lima surat suara yang dicoblos.

Kala itu, sampai waktu pemungutan ditutup pukul 13.00, jumlah pemilih yang terakomodasi sekitar 430. Sementara itu, waktu penghitungan suara tidak bisa diselesaikan meski hari sudah larut malam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.