PDAM Tirta Raharja Lakukan Pembatasan Pembagian Air Bersih

Dirinya menuturkan, sum­ber mata air PDAM Tirta Raharja di Situ Lembang yang mengalir ke Sungai Cijanggel, mengalami pen­urunan debit hingga men­capai 60 persen. Sehingga, berdampak pada penurunan pengolahan air dengan dist­ribusi normal seharusnya mencapai 176 liter perdetik, “Tapi ini hanya menjadi 80 liter perdetik saja,”kta dia.

Dadang menegaskan, pen­urunan kapasitas pengolahan dan pendistribusian ini bu­kan disebabkan oleh faktor teknis, seperti pipa pecah atau kendala lainnya. Tapi karena kondisi alam.

Untuk penjadwalan pen­distribusiannya yaitu wi­layah barat sampai Gado­bangkong hanya dikurangi volumenya saja. Dan air akan berhenti mengalir pada jam puncak penggunaan.

Untuk wilayah selatan, yang secara teknis memang sang­at jauh dari instalasi dan ha­nya mendapatkan tekanan sisa, dibagi menjadi dua itu­pun dibagi dua wilayah.

pendistribusian daerah Ra­jawali, Kalidam, dan sekitar­nya. Serta ada wilayah Ci­bogo, Leuwigajah, dan Utama. Untuk dua wilayah selatan itu, pengaliran airnya dilaku­kan secara bergiliran. Untuk wilayah timur, seperti Cibeu­reum, Cijerah, dan sekitarnya sampai saat ini pendistribu­siannya masih normal.

“Skenario itu terus kita lakukan sampai sekarang, sambil pihak kami mela­kukan perubahan valve atau pengatur. Jadi penggunaan air di jam puncak, yaitu dari jam 05.00 sampai jam 09.00, dan jam 17.00 sam­pai jam 20.00, itu pasti akan terjadi penghentian dist­ribusi,” bebernya.

Sementara itu salah satu warga Yosua (38), Warga Puri Cipageran, RT08/26, Kelurahan Cipageran, Ke­camatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Yosua mengeluhkan air di rumahnya tidak mengalir sejak per­tengahan Agustus.

“Sudah tiga minggu ini tidak ada airnya, terakhir itu pas lebaran Iduladha kemarin. Tapi itu juga airnya kecil, dari jam 11.00 sampai jam 15.00 saja, setelah itu tidak ada lagi,” ujar Yosua, Bagi Yosua, kekurangan pasokan air bersih bukanlah kali ini saja. Sebab, setiap memasuki musim kemarau panjang, lingkungan rumahnya kerap krisis air. “Jadi udah paham aja, kalau kemaraunya panjang pasti seperti ini. Tapi anehnya itu, (kekurangan air) cuma dibeberapa blok saja, di blok lain lain airnya ada yang nga­lir,” cetus dia. (zis/rus/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.