Pendaftar Menumpuk di Sekolah Favorit

Pendaftar Menumpuk di Sekolah Favorit
BELUM MERATA: Kendati sudah banyak disosialisasikan, namun banyak orangtua yang masih berharap menyekolahkan anak mereka ke sekolah negeri. Hal ini terlihat dari menumpuknya jumlah pendaftar di sekolah favorit saat PPDB.
1 Komentar

”Maunya saya sih, pelaksanaan PPDB kembali dengan sistem tahun tahun sebelumnya. Untuk saat ini, sangat ribet, masih banyak kendala yang dirasakan,” tandasnya.

Sementara itu, ratusan wali dan orang tua murid harus rela mengantre sejak Subuh pada setiap SMK dan SMA negeri di Kota Sukabumi, hanya untuk mendapatkan nomor pendaftaran di sekolah tersebut.

”Saya sejak pukul 04.40 WIB sudah antre di SMAN 3 Kota Sukabumi, dikiranya saya yang datang paling pagi ternyata sudah ada ratusan orang tua calon murid yang datang lebih dulu,” kata salah satu orang tua murid, Anne.

Baca Juga:Persebaya Puncaki Klasemen Grup 5 Liga 2Perjalanan Cinta Song-Song Couple yang So Sweet

Bahkan, tidak sedikit dari orang tua maupun wali calon murid yang kecewa dengan tidak kebagian nomor pendaftaran walaupun sudah mengantre sejak Subuh hingga siang hari. Sebab, pihak sekolah membatasi jumlah pendaftaran.

Membludaknya jumlah pendaftar ke SMA negeri sederajat di Kota Sukabumi dikarenakan adanya peraturan baru yakni kewenangan pengelolaan SMA/SMK ditarik Pemprov Jabar sehingga orang tua calon murid berdatangan dari berbagai daerah.

Selain itu, pihak sekolah pun tidak bisa memprioritaskan warga Kota Sukabumi saja. Tapi harus menampung para pendaftar tapi harus lolos syarat yang sudah ditentukan.

Sama halnya seperti orang tua calon murid asal Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Najmudin yang juga mendaftar di SMK Negeri I Kota Sukabumi. Dirinya harus berjuang datang dan antre ke sekolah favorit di Sukabumi tersebut hanya untuk bisa mendapatkan nomor pendaftaran.

”Saya berharap anak saya bisa diterima di sekolah ini karena menjadi favoritnya walaupun di Kabupaten Sukabumi juga banyak sekolah tapi tetapi memilih daftar di SMKN I Kota Sukabumi. Sebab, sudah menjadi cita-citanya apalagi banyak rekannya yang juga mendaftar ke sini,” paparnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat berharap semua Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki laboratorium komputer. Sebab, hal itu ke depan akan menunjang kelancaran PPDB secara online.

”Mungkin yang agak sedikit rumit untuk PPDB tingkat SMA. Untuk SMK lancar karena sudah punya laboratorium komputer kalau SMA masih perlu dibenahi laboratorium komputernya,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi dalam keterangan resminya, kemarin.

1 Komentar