Tidak Perlu Demonstrasi, Ikuti Proses Hukum Kasus Penistaan Agama

Tidak Perlu Demonstrasi, Ikuti Proses Hukum Kasus Penistaan Agama
0 Komentar

Dengan meningkatkan status kasus ini, maka masyarakat bisa untuk mengawasi jalannya proses hukum tersebut. ”Semua silahkan mengawasinya, nanti akan sampai ke persidangan,” ungkapnya.

Pilkada DKI Jakarta akan digelar Februari 2017, apakah kasus ini akan dipercepat? Tito mengatakan bahwa prinsipnya kasus ini harus cepat. Nanti, akan segera diserahkan ke Kejaksaan. ”Agar bisa segera ke persidangan,” ujarnya.

Yang juga penting dijelaskan adalah soal pencekalan. Dia mengatakan bahwa pencekalan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi. Memang Ahok saat ini menjadi calon gubernur dan pidananya tidak bulat. ”Namun, nanti bila Ahok keluar negeri, tentu Polri yang akan disalahkan. Kami antisipasi saja,” terangnya.

Baca Juga:BIAF Ajang Kompetisi Para AnimatorBIAF, Membangun Identitas Cimahi

Dengan penetapan Ahok sebagai tersangka dan agar berimbang, apakah juga akan melakukan langkah penyelidikan pada aktor politis yang menunggangi isu tersebut? Terkait masalah itu, Kabareskrim Komjen Ari Dono menuturkan bahwa semua itu diluar gelar perkara. ”Nanti itu,” ujarnya.

Terpisah, partai-partai pendukung Ahok di pilkada DKI Jakarta memilih sikap menerima penetapan tersangka atas calon gubernur mereka. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto menegaskan kalau partainya memilih menjadikan peristiwa hukum terhadap Ahok sebagai pembelajaran yang baik.  ”Pembelajaran yang baik dan berharap agar semua pihak percaya pada hukum,” tutur Hasto, dalam pernyataannya, kemarin.

Dia memaparkan bahwa hukum itu berintikan keadilan. Di dalamnya, ada penghormatan terhadap prinsip kemanusiaan yang menempatkan segenap warga negara dengan kedudukan sama di mata hukum,”Untuk itu, PDIP menghormati proses hukum yang sedang terjadi pada Pak Ahok,” tandasnya.

Dia lalu mengajak, segenap komponen bangsa untuk pula menghormati proses hukum yang ada. Pemerintah maupun masyarakat diharapkan pula terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. ”Mari kita jadikan perbedaan yang sempat meruncing beberapa waktu yang lalu sebagai momentum pula untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya memecah belah bangsa,” tandasnya.

Terkait dukungan terhadap pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta, Hasto menegaskan, kalau PDIP tidak bergeser. Partai berlambang banteng, lanjut dia, akan terus berjuang menawarkan gagasan terbaik untuk ibukota.

Selain PDIP, beberapa partai lain juga masuk dalam barisan pengusung duet Ahok-Djarot. Mereka adalah Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Senada, Ketua Umum Partai Golongan Karya Setya Novanto juga menyatakan menghargai keputusan Polri terkait kasus Ahok. Polri dalam dianggap telah menangani kasus dugaan penistaan agama dengan cepat dan transparan.

0 Komentar