Kejadian juga tercatat di Kecamatan Curugkembar, setidaknya terdapat tiga bangunan infrastruktur jembatan yang rusak. ”Kerusakan sebagai dampak bencana banjir bandang perlu penanganan secepatnya,” tegas Usman.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa pada bencana tersebut. Hanya saja selain rumah terdapat juga sedikitnya delapan unit mobil yang terbawa hanyut.
”Ketinggian air antara 50 sentimeter hingga dua meter. Warga yang rumahnya terendam sudah kami ungsikan ke tempat lebih aman. Tidak ada korban jiwa,” kata Camat Cidolog Nasrudin.
Baca Juga:Karang Taruna Satria Muda Refreshing dengan HikingNasionalisme Kalahkan Rasionalitas
Sementara itu, bangkai mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi D 1599 QI yang terseret arus air di Jalan Pagarsih pada Rabu (9/11) malam, akhirnya diketemukan di Sungai Citepus Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, tepatnya di belakang Kantor Kecamatan Astana Anyar, kemarin (10/11).
Menurut pantauan, bangkai mobil Avanza kali ini berada di kawasan padat penduduk. Bahkan, untuk mencapai lokasi sungai, harus melewati gang sempit di samping kantor kecamatan yang hanya memiliki lebar 2 meter. Sehingga lokasi tersebut tidak dapat dimasuki mobil derek dan ratusan warga setempat pun berbondong-bondong melihat proses evakuasi ini.
Proses penarikan bangkai mobil dikomandoi Kasi Pengamanan dan Penyelamatan (Pammat) Direktorat Sabhara (Dit Sabhara) Polda Jabar, Kompol Nana Sumarna.
Astanaanyar, Kompol Maedi mengatakan, untuk evakuasi mobil ini melibatkan puluhan tim gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran. Karena proses menyulitkan, akhirnya proses evakuasi dilakukan dengan cara membongkar satu persatu bagian bangkai mobil tersebut.
”Medannya susah. Mau diderek dahulu, alat beratnya susah masuk. Satu-satunya jalan, mobil dipecah di lokasi ditemukannya,” kata Maedi kemarin.
Omset Pengusaha Drop
Di bagian lain, pembangunan gorong-gorong di Kota Bandung juga dituduh menjadi salah satu penyebab banjir. Tidak hanya keluhan dari para pemilik kendaraan yang kerap terkena macet, nyatanya pembangunan gorong-gorong juga berdampak pada sisi usaha. Rata-rata pengusaha menurun hingga 30 persen.
Regional Sales Manager Rabbani Jawa Barat Memet Pardiansyah mengatakan, beberapa titik took milik Rabbani menjadi salah satu yang terkena pembangunan gorong-gorong. Walhasil, penjualan pun dia turun hingga 40 persen.
