Garut Disapu Gelombang, 23 Orang Tewas, 14 Orang Hilang

Garut Disapu Gelombang, 23 Orang Tewas, 14 Orang Hilang
KHAIRIZAL/JAWA POS
LULUH LANTAK: Proses evakuasi matrial longsor menggunakan alat berat yang menimbun kawasan jalan Raya Sumedang-Bandung, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, kemarin (21/9).
0 Komentar

Sementara itu, Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan Mensos dan Menkes untuk berangkat ke Garut. Juru Bicara Presiden Johan Budi S.P menjelaskan, Mensos dan Menkes diminta hadir langsung untuk melihat kondisi terkini dan langsung mengambil langkah yang diperlukan. ’’Presiden ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam,’’ ujar Johan di Kantor Presiden kemarin.

Penanganan para korban maupun fasilitas umum yang rusak mendapatkan prioritas. Presiden, tutur Johan, sudah mendapatkan laporan mengenai jumlah korban dan kondisinya, serta wilayah mana saja yang terkena banjir bandang.

Karena itu, kemungkinan Menteri PUPR juga akan menyusul ke Garut untuk mengecek kondisi jalan maupun fasilitas publik yang rusak. Selain itu, juga penanganan para korban yang kehilangan rumahnya dalam kejadian longsor tersebut. Dia menambahkan, presiden  mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak perubahan iklim.

Baca Juga:Yakin Rengkuh Juara UmumSerahkan Hadiah Langsung ke Pemenang

Usai mengikuti ratas dengan Presiden, Mensos langsung berangkat menuju garut. Sementara, tim dari Kemensos semalam sudah ebrada di lokasi. ’’Besok (hari ini, red) pertama saya akan menyampaikan bantuan sosial kematian (BSK) dari pemerintah, SOP-nya Rp 15 juta (per orang),’’ terangnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin.

Mengenai kerusakan rumah warga, Khofifah menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan kementerian PUPR. Kementerian tersebut telah mengirimkan tim untuk mengidentifikasi bangunan-bangunan yang rusak maupun habis diterjang banjir. ’’Kecenderungannya kalau longsor, mereka akan mencari tempat reokasi terdekat,’’lanjut menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Yang menjadi prioritas pemerintah saat ini adalah fasilitas pengungsian. Seperti air bersih, kebutuhan bayi, dan sejenisnya. Pihaknya akan mengecek langsung ketersediaan kebutuhan-kebutuhan tersebut, setelahnya baru melakukan penanganan pascabencana. (mia/byu/rie)

0 Komentar