Kebanggaan seperti itulah yang ingin ditularkan kepada anak-anak muda keturunan Arab lainnya.
Sebab, selama ini keturunan Arab termasuk kelompok minoritas dan tidak dianggap sebagai warga pribumi.
’’Mungkin jika bukan karena agama, keturunan Arab di Indonesia tidak akan diterima dengan tangan terbuka seperti sekarang,’’ katanya.
Baca Juga:Puasa Tahun Ini Bakalan Lebih SejukPotensi Zakat Kota Bandung Capai Rp 2 Triliun
Saat ini sudah ada 80 cerita yang ditulis Adil tentang keturunan Arab di Indonesia. Tanggapan positif langsung berdatangan, baik dari keturunan Arab maupun etnis lain.
Kisah yang ditulis Adil juga sering menjadi referensi penelitian yang berkaitan tentang kehidupan masyarakat Arab di Indonesia. ’’Saya hanya ingin mendokumentasikannya. Itu saja,’’ tegasnya.
Pria kelahiran 8 Juni 1986 tersebut turut berperan besar dalam acara Sumpah Pemuda Keturunan Arab pada 2015.
Sebuah acara yang menjadi pengingat bahwa pemuda keturunan Arab juga ikut mendeklarasikan diri berjuang bersama rakyat Indonesia demi kemerdekaan.
’’Sebenarnya Sumpah Pemuda itu terjadi di Semarang. Tapi, saya bawa ke Surabaya karena lebih mudah akses membuatnya di sini,’’ paparnya.
Adil juga sudah mempersiapkan sebuah studi penelitian. Isinya tentu saja tentang keturunan Arab di Indonesia. Banyak yang ikut berkontribusi di dalamnya.
Ada artis, musisi, politikus, dan lain-lain. Dia juga tidak membatasi hanya keturunan Arab yang dapat berkontribusi.
Baca Juga:Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Polisi Lacak SpekulanH. Yadi Srimulyadi Gelar Dengar Pendapat dengan Masyarakat
Semua suku, agama, dan ras bisa ikut andil asalkan punya perhatian yang sama tentang sejarah keturunan Arab di Indonesia.
Rencananya, studi penelitian itu di-launching pada Juli mendatang. Meski hanya berupa website, isi studi tersebut lebih kaya daripada apa yang sudah dilakukan Adil.
Bukan hanya tulisan, di dalamnya akan ada video dan foto. ’’Lebih kontemporer. Tapi, benang merahnya tetap berkisah tentang keturunan Arab di Indonesia,’’ jelasnya.
Lewat studi tersebut, Adil berharap masyarakat keturunan Arab bisa mempunyai kebanggaan yang sama dengannya. Bisa mengenal identitas hidupnya dengan jelas.
’’Kalaupun tidak besar, setidaknya studi ini bisa disimpan biar dibaca anak saya suatu saat. Biar dia mengerti sejarah tentang kakek moyangnya di Indonesia,’’ tuturnya. (*/c14/fat/sep/vil)
