Adil Abdullah Albatati dan Kepeduliannya terhadap Sejarah Keturunan Arab di Indonesia

feature
FARID S. MAULANA/JAWA POS
PENELUSUR IDENTITAS: Adil Abdullah Albatati kini sering menjadi rujukan penelitian tentang sejarah keberadaan tentang keturunan Arab di Indonesia.
0 Komentar

Karena itu, sejak 2008 Adil berinisiatif membuat sebuah website yang khusus berbicara tentang Arab. Tidak terkait dengan wisata atau kuliner, tetapi lebih pada peranannya.

Lebih menelisik keberadaan keturunan Arab yang punya andil buat Indonesia. Pria berusia 29 tahun itu mengawali tulisannya tentang lingkungan tempat tinggalnya, Ampel.

Banyak hal yang diceritakannya kala itu. Tentang sejarah bangunan, kebudayaan, dan tokoh-tokoh masyarakat yang hidup di sana.

Baca Juga:Puasa Tahun Ini Bakalan Lebih SejukPotensi Zakat Kota Bandung Capai Rp 2 Triliun

’’Tidak banyak anak muda Arab di sini yang tahu bahwa kakek buyutnya itu pejuang, tokoh hebat, serta jadi penggerak pada era perjuangan,’’ ungkapnya.

Dipilihnya Ampel sebagai bahan tulisan awal bukan tanpa alasan. Selain Ampel menjadi kampung Arab terbesar di Indonesia, di daerah itu lahir tokoh-tokoh nasional yang melegenda.

Sebut saja A.R. Baswedan, kakek Mendikbud Anies Baswedan. ’’Dia pahlawan nasional. Asli dari Ampel,’’ terangnya.

Dari Ampel, Adil mengembangkan eksplorasinya tentang sejarah keturunan Arab ke daerah-daerah lain.

Dia ingin mendengar secara langsung penuturan kisah dari narasumber yang berbeda-beda. Adil juga rajin berselancar di dunai maya untuk memperkaya tulisannya.

Di luar dugaan, pria yang juga seorang musisi band Hi Mom! itu menemukan banyak cerita tentang keturunan Arab di Indonesia dari dokumen berbahasa Belanda.

Karena itu pula, Adil akhirnya tidak hanya menulis kisah tentang tokoh keturunan Arab yang berpengaruh pada era perjuangan.

Baca Juga:Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Polisi Lacak SpekulanH. Yadi Srimulyadi Gelar Dengar Pendapat dengan Masyarakat

Dia juga menuliskan kisah orang-orang yang bukan keturunan Arab. Misalnya, peneliti asal Belanda bernama Christiaan Snouck Hurgronje.

’’Dia peneliti mualaf. Banyak berkenalan dengan guru besar di Timur Tengah. Dia juga ikut andil membuat peta tentang Pegunungan Gayo yang mengakibatkan masyarakat Aceh kalah perang saat itu,’’ jelasnya.

Di luar minimnya dokumentasi tentang keturunan Arab di Indonesia, rasa penasaran tentang jati diri adalah faktor utama Adil tergerak untuk menulis.

Lahir di Ampel dan besar di keluarga Arab, dia kerap bertanya-tanya tentang identitas dirinya.

’’Ada pertaruhan identitas di sana. Bisa dikatakan, sejak 2008, kebanggaan menjadi keturunan Arab di Indonesia itu baru muncul dalam diri saya,’’ ucap dia.

0 Komentar