Adil Abdullah Albatati dan Kepeduliannya terhadap Sejarah Keturunan Arab di Indonesia

feature
FARID S. MAULANA/JAWA POS
PENELUSUR IDENTITAS: Adil Abdullah Albatati kini sering menjadi rujukan penelitian tentang sejarah keberadaan tentang keturunan Arab di Indonesia.
0 Komentar

Bagi Adil, keturunan Arab di Indonesia tidak hanya numpang tinggal. Mereka juga memiliki peranan penting. Lewat website miliknya, dia menuliskan berbagai cerita dan fakta tentang hal tersebut.

FARID S. MAULANA

SALAH satu tulisan Adil itu berkisah tentang sosok Salim Nabhan. Mungkin hanya segelintir orang yang pernah mendengar nama tersebut. Tak terkecuali, orang-orang keturunan Arab di Surabaya.

Padahal, sosok Salim Nabhan sangat berpengaruh pada era perjuangan kemerdekaan dan sebelumnya.

Baca Juga:Puasa Tahun Ini Bakalan Lebih SejukPotensi Zakat Kota Bandung Capai Rp 2 Triliun

Dia adalah sosok penggerak semangat masyarakat pada era kemerdekaan lewat buku-buku yang diterbitkan percetakan miliknya.

Salim Nabhan merupakan salah seorang pendatang Arab yang masuk ke Surabaya sekitar abad ke-20.

Saat mayoritas pendatang Arab berdagang pakaian, Salim justru berjualan kitab berbahasa Arab dengan format pedagang kaki lima.

Bisnisnya makin mapan hingga dia bisa membeli rumah yang kini dikenal sebagai toko kitab Salim Nabhan di Jalan Panggung, Ampel, Surabaya. Saat itu Salim juga mempunyai percetakan tepat di dekat toko tersebut.

Pada masa pergerakan pan-Islamisme, usaha percetakan Salim berani menerbitkan surat kabar ’’terlarang’’ yang berjudul Al-Manaar.

Seketika itu juga, usaha miliknya dipantau kolonial Belanda. Surat kabar itu sering membahas pemikiran dan pergerakan keindonesiaan yang sangat sensitif bagi penjajah.

Ketika Salim memasuki usia senja dan raganya tak mampu lagi berjuang, dia menyumbangkan hartanya untuk perjuangan nasional.

Baca Juga:Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Polisi Lacak SpekulanH. Yadi Srimulyadi Gelar Dengar Pendapat dengan Masyarakat

Kisah seperti Salim Nabhan itulah yang jarang diketahui masyarakat. Nyaris tidak ada dokumentasi yang menuliskan peran keturunan Arab pada masa perjuangan menuju kemerdekaan secara detail.

Karena itulah, Adil tergerak menuliskannya. Identitas sebagai keturunan Arab menjadi alasannya. Menurut Adil, jarang ada kisah-kisah tentang tokoh keturunan Arab di Indonesia.

Kalaupun ada, isinya lebih dikaitkan dengan penyebaran Islam di Indonesia. Padahal, lebih dari itu, tokoh-tokoh keturunan Arab justru ikut berjuang dengan rakyat Indonesia di segala aspek. Termasuk berjuang melawan penjajah.

’’Sebagai pemuda keturunan Arab, saya bertanggung jawab menceritakan kisah ini kepada Indonesia,’’ ujarnya.

’’Jarang saya temukan dokumentasi yang secara khusus bertutur tentang peran keturunan Arab dalam perjuangan Indonesia. Kebanyakan malah wisatanya,’’ lanjut Adil.

0 Komentar