oleh

Perang Mulut Arbeloa-Pique Jelang El Clasico

Artinya secara implisit sampai matipun, Arbeloa tak akan berhubungan dengan Pique.

Pique seperti diberitakan AS pernah mengatakan dalam twit-nya Arbeloa sebagai cone. Bangunan kerucut yang biasanya digunakan di jalanan ataupun latihan berfungsi sebagai penanda.

“Arbeloa bukanlah salah satu temanku. Dia adalah co..cone..’conocido’ (kolega)” cuit Pique pada Desember silam lalu.

Sementara itu, Arbeloa juga mengatakan dirinya tak pernah membenci mantan entrenador Real Rafael Benitez. Sebab Arbeloa pernah disebut sebagai penghamba Jose Mourinho.  “Saya bukanlah pemuja Mou dan mengibarkan bendera Mou di ruang ganti. Saya mengagumi apa yang sudah dilakukannya bersama Real,” ucap Arbeloa.

Dalam el clasico kali ini, Arbeloa berharap timnya bisa menang. Walau tipis 1-0, tiga poin tetap membuat Real memangkas poin dengan Barcelona.  “(Zinedine) Zidane adalah pelatih idola dan pelatih yang sempurna. Saya banyak berbicara dengannya karena dia punya pengalaman di berbagai macam event besar dan memenanginya,” tutur Arbeloa.

Arbeloa juga menggaris bawahi jika sampai kini, dirinya tak pernah menonton laga timnas Spanyol. Pasca terdepak dari skuad Spanyol di Piala Dunia 2014 lalu, Arbeloa punya ‘alergi’ tersendiri dengan Spanyol.

“Saya lebih baik menghabiskan waktu bersama anak dan istri saya jalan-jalan ketimbang menonton laga Spanyol,” ujar pemain kelahiran Salamanca itu. (dra/vil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.