Bakal Menciptakan Tempat Lokalisasi

PAD-nya, kata Holid, juga bakal berputar secara langsung. Namun, kalau seandainya merekrut TKA, pendapatannya jelas bakal dikirim ke negaranya. Dampak ekonominya, akan lebih besar ketika pemerintah mampu merekrut tenaga kerja dari orang-orang Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya. Kendati begitu, Holid mengakui, saat ini memang kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Bandung Barat masih tergolong lemah. Sehingga, patut diwajarkan jika proyek tersebut bakal menyerap ratusan TKA dari berbaga negara, seperti Jepang, Italia, Perancis, Italia, dan dari negara Eropa Timur.

Sementara itu, kepastian akan datangnya tenaga kerja asing tersebut, saat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat mendapat informasi langsung dari managemen proyek Cisokan. Kadinsosnakertrans Kabupaten Bandung Barat Heri Partomo membenarkan, jika pengerjaan proyek Cisokan akan dikerjakan oleh tenaga ahli dari luar. Selama mereka bekerja, tentu berdampak positif bagi pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, kata Heri, setiap tenaga kerja asing yang datang ke Kabupaten Bandung Barat diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp 1.200 dolar AS/orang/tahun. ”Kalau dirupiahkan sama dengan Rp15 juta/orang/tahun yang akan masuk ke kas daerah. Sekarang tinggal kalikan saja dengan jumlah tenaga kerja asing yang akan datang untuk proyek Cisokan mencapai sekitar 100 orang,” tukasnya.

Pembayaran retribusi ini berdasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) No 6 Tahun 2014 tentang Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Perda ini memberikan aturan bahwa setiap tenaga asing yang bekerja di Kabupaten Bandung Barat wajib membayar retribusi. ”Dulunya IMTA ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat sesuai dengan Permenakertrans Nomor 2 Tahun 2008. Namun, setelah dibuat perda, IMTA bisa dikeluarkan oleh pemkab,” sahutnya.

Ditanya apakah dalam pengerjaan proyek Cisokan tidak melibatkan tenaga lokal, Heri mengaku, tidak membatasi jika memang ada yang mengajukan dari pihak Cisokan untuk mempekerjakan dari tenaga lokal. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah sudah ada tenaga ahli dari Kabupaten Bandung Barat. ”Pertanyaanya apakah ada tenaga ahli dari lokal? Kalau memang ada silahkan saja. Tapi, biasanya proyek sebesar itu langsung sudah memiliki tenaga ahli khusus dengan perjanjian sebelumnya,” paparnya. (drx/vil)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan