oleh

Dari Satu Indung Telur, Dialiri Darah yang Sama

Belajar Kerukunan Beragama dari Masyarakat Kepulauan Kei (1)

Penyambutan kepulangan Pastor Johanes Michael Wemay memperlihatkan kuatnya jalinan kerukunan antar pemeluk agama di Kepulauan Kei. Tak menyangka foto acara itu menjadi viral di dunia maya.

BAYU PUTRA, Tual

RUMAH panggung itu berdiri di tepi laut. Hanya ada satu ruangan di dalamnya. Selembar tempat tidur bawah, satu lemari, dan sebuah rak tempat menaruh barang berjejal mengisi di dalamnya. Sebuah jendela lebar meng­hadap langsung ke Laut Banda.

Baca Juga:  PP No.57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan Perlu Direvisi

Di rumah itulah Pastor Johanes Michael Wemay tinggal sejak pertengahan Februari lalu. Bersahaja memang. Tapi, bagi Johanes dan warga Desa Ngadi, Tual, rumah tersebut adalah perlambang sukacita.

Juga, yang tak kalah penting, simbol kuatnya kekerabatan dan kerukunan beragama warga desa yang terletak di Pulau Dullah, Kepulauan Kei, Maluku, itu. ”Rumah ini dibangun bersama seluruh keluarga yang latar belakangnya berbeda-beda,” kata Johanes kepada Jawa Pos (induk Bandung Ekspres) yang menemuinya Kamis pekan lalu (10/3).

Baca Juga:  Perseteruan Vaksin Nusantara Ungkap Siapa Mafia Vaksin

Johanes pulang ke kampung halamannya tersebut pada 14 Februari silam. Dan, di hari itu, Ngadi sungguh patut menjadi cermin bagi Indonesia yang belakangan kerap dikoyak insiden sektarian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga