oleh

Puluhan Siswa SD Deklarasikan Anti Kekerasan

Bentuk Perlawanan Terhadap Kekerasan Anak

Bullying pun seakan menjadi adat yang nyaris ada di sekitar sekolah. Dengan alasan yang ada, puluhan siswa-siswi dari Damian School Kota Baru Parahyangan kemudian menggelar aksi deklarasi antikekerasan terhadap anak atau yang biasa disebut dengan ”anti-bullying”.

Hendrik Kaparyadi, Padalarang

Jumat pagi (18/12) sekitar pukul 10.00, puluhan siswa bersama orangtuanya tampak berkumpul di lapangan. Mereka kemudian, membacakan deklarasi anti kekerasan di hadapan para guru, kepala sekolah dan orangtua mereka.

Isi dalam deklarasi tersebut memiliki tiga poin. Pertama, berkomitmen untuk menghentikan segala jenis penindasan baik fisik maupun mental. Kedua, setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan kebebasan dari segala bentuk kekerasan. Ketiga, untuk bersama-sama menghargai hak asasi setiap individu. Pembacaan dilakukan oleh puluhan siswa yang hadir dalam acara tersebut serta dipimpin oleh siswa kelas 6 bernama Dama Dhamanjaya dan Metta KireinaTedjasurya.

Kepala Sekolah SDS Damian School Ika Melania mengungkapkan, tujuan anak-anak membacakan deklarasi antikekerasan itu sebagai bentuk keprihatinan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak-anak. Dan mereka, kata dia, ingin menjadi pelopor untuk menyuarakan bahwa anak-anak harus terbebas dari yang namanya kekerasan baik fisik, verbal dan melalui jaringan media sosial.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga