Generasi Ketiga yang Menghidupkan Musik Rote

Generasi Ketiga yang Menghidupkan Musik Rote
Hilmi Setiawan/Jawa Pos
MAESTRO: Yeremias Aougust Pah menunjukkan sasando karyanya yang dibuat di rumahnya (29/10). Secara turun-temurun, keluarga Pah melestarikan alat musik petik khas Pulau Rote itu.
0 Komentar

Sasando yang sering dimainkan Jack saat ini semakin berkembang. Contohnya, sasando sudah memiliki 31-32 kawat. Perinciannya, 13-14 kawat menghasilkan melodi dan 16-17 kawat digunakan untuk bas. Jumlah kawat itu tidak paten, melainkan sesuai selera. Senar kawat untuk bas berada di bagian bawah. Sementara senar melodi berada di atas. Selain itu, alat musik sasando juga sudah bisa disambungkan langsung ke sound system.

Di tengah upayanya melestarikan sasando, Yeremias mengatakan bahwa ada tantangan tersendiri. Di antaranya, event kebudayaan dari pemerintah tidak berkelanjutan. ”Orientasi pemerintah terhadap kebudayaan masih bersifat proyek-proyek,” kritik dia. Untung, dia masih sering menerima order bermain musik sasando saat ada keluarga yang menggelar hajatan pernikahan. (c11/end)

0 Komentar