Kebijakan Harga BBM Diumumkan Hari Ini

Setelah menuai kontrofersi, pemerintah akhirnya secara resmi mengumumkan kenaikan BBM Bahan pada pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9).
Setelah menuai kontrofersi, pemerintah akhirnya secara resmi mengumumkan kenaikan BBM Bahan pada pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9).
0 Komentar

Sebab dalam jangka pendek dan menengah ini, menurutnya, yang paling diharapkan adalah bagaimana mengembalikan daya beli masyarakat sehingga ekonomi bisa bertahan.

”Memang kebutuhan dalam paket ketiga adalah langkah penyelamatan baik dari sisi daya beli masyarakat maupun produksinya sendiri, dari sisi pengusaha,” tuturnya.

Untuk pengusaha, perlu diperhatikan bagaimana misalnya biaya impor bahan baku jadi lebih ringan. Begitu juga dari sisi pembiayaan. Meskipun disayangkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBNP) saat ini tidak ada subsidi bunga. Begitu juga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Maka sulit bantuan langsung untuk kalangan usaha itu bisa terealisasi.

Baca Juga:Melody Prima Alami Petualangan MistisPersonel Damkar se-Indonesia Update Pengetahuan

Selebihnya diharapkan paket kebijakan ekonomi terbaru tidak sekadar teoritis. Harus bisa diimplementasikan dengan cepat. ”Kebijakan itu harus efektif,” kata dia.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menekankan, dalam paket kebijakan jilid III yang menjadi fokus adalah tiga hal, yakni peningkatan daya beli, pencegahan PHK termasuk di dalamnya pembiayaan ekspor dan peningkatan investasi. Terkait peningkatan daya beli, dia mengakui sempat dibahas wacana penurunan harga BBM dan juga tarif listrik. Penurunan BBM tersebut merupakan salah satu permintaan Presiden Joko Widodo.

Terkait BBM, menurut rencana, yang akan diturunkan harganya adalah BBM jenis solar yang selama ini masih disubsidi pemerintah, khususnya bagi industri berskala besar. Namun, Darmin mengindikasikan poin kebijakan penurunan harga BBM tersebut belum final.

”Memang dibahas juga (soal penurunan harga BBM), tapi saya belum ingin menjelaskan apa-apa soal itu. Kita juga masih akan rapat lagi. Tapi itu (penurunan BBM) terutama yang menyangkut industri sebenarnya. Bukan yang lebih rumah tangga,” katanya.

Selain penurunan harga BBM, Jokowi juga meminta penurunan suku bunga kredit perbankan. Terkait hal tersebut, Darmin mengakui permintaan orang nomor satu di Indonesia itu sulit dipenuhi dalam kondisi moneter seperti sekarang ini. Karena ada banyak yang perlu dipertimbangkan seperti efisiensi biaya perbankan.

”Memang ruangnya itu perlu waktu. Karena itu membicarakan efisiensi biaya, bukan menurunkan suku bunga dalam arti BI rate. Kalau moneternya tidak mudah situasi saat ini,” jelasnya.

0 Komentar