JABAR EKSPRES – Polsek Cileungsi mengagalkan praktik aborsi yang dilakukan oleh sepasang kekasih di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.
Penangkapan itu berhasil dilakukan setelah Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison berpura-pura menjadi pasien yang akan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.
Kompol Edison mengatakan bahwa, ia sempat meminta bantuan polwan untuk menyamar sebagai dokter kandungan. Namun, pria berinisial A yang dihubungi mulai curiga dengan tindakannya.
Baca Juga:Polisi Tangkap 2 Pelaku Begal di Cileungsi Kabupaten BogorĀ Ngefly Saat Nyetir, Sopir Angkot di Cileungsi Diamankan Polisi
“Tidak ingin kehilangan waktu, saya bersama istri serta tim operasional Polsek Cileungsi langsung bergerak menuju lokasi sesuai titik yang diterima,” katanya, Jumat (9/1/2026).
“Kemudian mendatangi salah satu dokter kandungan dan menyamar sebagai pasien,” sambungnya.
Di ruang tunggu, dia menemukan sepasang kekasih yang diduga berniat melakukan aborsi. Berkat intervensi kepolisian, niat mereka untuk melakukan aborsi berhasil digagalkan.
“Bahkan, sebelum mendatangi dokter kandungan, keduanya sempat membeli obat dan telah mengonsumsinya. Namun obat tersebut tidak bereaksi,” ungkapnya.
Mereka kemudian dibawa ke Polsek Cileungsi untuk dialog dan pendekatan agar tidak melanjutkan rencana aborsi. Akhirnya, keduanya sepakat untuk melanjutkan kehamilan tersebut.
“Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan merawat bayi tersebut hingga lahir,” bebernya.
Sebelumnya, polisi berhasil mengagalkan niatan aborsi di Puncak, Bogor. Polsek Cileungsi menerima informasi mengenai sepasang kekasih yang akan melakukan aborsi dari Polsek Ciputat.
Baca Juga:Tingginya Kasus Kekerasan Seksual pada Anak, Polres Bogor Bentuk Satuan BaruPolres Bogor Klaim Selamatkan 1,3 Juta Jiwa dari Peredaran Narkoba Sepanjang 2025
“Polsek Cileungsi menerima informasi adanya sepasang kekasih yang diduga akan melakukan percobaan aborsi. Informasi tersebut berasal dari Kapolsek Ciputat Kompol Bambang, yang mendapatkan laporan terkait rencana pengguguran kandungan di Jalan Raya Puncak,” kata Edison, Rabu (7/1).
Dari keterangan yang diperoleh, pasangan tersebut masih dalam status pacar. Mereka diduga ingin mengugurkan kandungan yang sudah berusia sekitar 3 bulan.
“Mereka sebelumnya mendatangi salah satu dokter di wilayah Cibogo, Cipayung, tapi dokter tersebut tidak menyarankan tindakan aborsi dan meminta dilakukan pemeriksaan kehamilan terlebih dahulu,” sebutnya.
Rencana untuk mengugurkan kandungan itu diduga bukan sepenuhnya berasal dari keinginan mereka berdua. Pasangan tersebut mengaku mendapat tekanan dari orang tua wanita yang meminta agar kehamilan itu dihentikan.
“Karena sejak awal pihak laki-laki dianggap tidak sanggup bertanggung jawab,” ujarnya.
