Ekonomi Lesu, Hero Tutup 75 Gerai

[tie_list type=”minus”]

Rasionalisasi dari Semester Kedua Tahun Lalu

[/tie_list]

JAKARTA – Hero Group menutup 75 unit gerai sepanjang semester pertama 2015. Selain harus realistis seiring dengan pelemahan daya beli, pemilik jaringan Giant, Starmart, HERO, Guardian, dan Ikea itu sedang berupaya menekan beban operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan.

Pada akhir tahun lalu, total gerai Hero Group 704 unit. Perinciannya, Giant Ekstra terdapat 55 unit, Giant Ekspress dan HERO (165 unit), Starmart (134 unit), Guardian (349 unit), dan Ikea (1 unit). Namun, jumlah itu berkurang pada separo pertama 2015 karena beberapa unit toko ditutup. Yakni, 3 unit Giant Ekstra, 10 Giant Ekspress dan HERO, 39 unit Starmart, serta 22 Guardian.

Meski begitu, saat yang sama, ekspansi tetap dilakukan meski dalam jumlah sedikit jika dibandingkan dengan toko yang ditutup. Terdapat satu unit baru Giant Ekstra dibuka pada semester pertama tahun ini dan sepuluh unit toko Guardian. Gerai yang dimiliki Hero Group saat ini 641 unit di seluruh Indonesia. Dengan begitu, secara bersih, terjadi pengurangan 63 gerai sepanjang paro pertama 2015.

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk (HERO) Stephane Deutsch mengatakan, sebenarnya rasionalisasi gerai dimulai sejak semester kedua tahun lalu. Terutama, pada gerai-gerai Starmart. Pihaknya merevisi seluruh gerai yang dimiliki dan menutup yang performanya tidak sesuai dengan ekspektasi.

’’Kami mempertimbangkan unsur profitabilitas dan harus memperbaiki biaya operasional supaya margin keuntungan bisa lebih baik,’’ katanya saat public expose HERO di Jakarta kemarin (18/9). Meski jumlah gerai berkurang, HERO tetap berupaya memacu pertumbuhan dengan jumlah toko yang ada agar bisa positif hingga akhir tahun.

Secara keseluruhan, terutama untuk gerai Giant, HERO menjadikannya sebagai price leader, makanan segar (fresh food), dan modernisasi toko agar memberikan pengalaman lebih kepada pelanggan. ’’Kita juga sedang mengerjakan format baru untuk toko HERO. Launching-nya awal tahun depan,’’ kata dia.

Terkait dengan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD), Stephane memastikan tidak ada dampaknya terhadap perseroan. ’’Sama sekali tidak ada ke bisnis kami,’’ ujarnya meyakinkan.

Direktur HERO Arief Istanto memastikan, dari semua penutupan gerai yang terjadi, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). ’’Di gerai yang ditutup, (karyawannya) dipindahkan ke yang lain karena jumlahnya banyak. Lagi pula, yang ditutup kebanyakan Starmart. Paling banyak karyawannya lima orang,’’ kata dia. Arief meyakini, performa pasar dan kinerja perseroan pada semester kedua akan lebih baik jika dibandingkan dengan paro pertama.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan