oleh

Apa Kabar AMQS?

[tie_list type=”minus”]Lampu Merah, Tingkat Polusi di Bandung[/tie_list]

Tingginya tingkat mobilitas Kota Bandung dengan pengguna kendaraan pribadi serta beberapa industri di dalamnya membuat kondisi udara tak segar lagi. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya fasilitas Air Quality Monitoring System (AQMS) atau alat pengukur polusi.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudarna mengungkap, hingga kini Bandung belum memiliki peralatan tersebut. Pada 2007, sempat dipasang di beberapa titik, namun rusak. ’’Belum ada, yang baru waktu itu pun (rusak). Pengadaannya langsung dari Jakarta ke Pemerintah Kota Bandung dengan adanya persetujuan dari kita. Jadi kalau ada kerusakan atau gimana itu langsung lapor ke Kementerian Lingkungan Hidup,’’ ujar Anang kepada Bandung Ekspres, Selasa (15/9).

Baca Juga:  Kecanduan Impor, MPR: Indonesia Bisa Korbankan Rakyat Kecil

Anang tidak menepis adanya sistem yang bisa dilakukan dari pusat yang langsung ditujukan pada pemerintah daerah. Maka dari itu, dia mengaku, mengenai pengadaan fasilitas tersebut Pemprov hanya akan menerima tembusan. ’’Kita rencana untuk mengeluarkan fasilitas itu, November baru kita selesaikan. Mengenai kerjasama memang sudah ada stakeholder yang ditunjuk,’’ sahut dia.

Rencananya, kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat notabene Gedung Sate akan dipasang alat pengukur tingginya tingkat polusi tersebut. Anang menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan dan pelacak kualitas air, sebuah kota membutuhkan sekiranya empat unit yang tersebar di berbagai kawasan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga