oleh

Harus Punya Strategi Khusus

CIMAHI – Gerakan koperasi mulai didorong untuk masuk ke pasar-pasar tradisional di Kota Cimahi. Hal ini dilakukan untuk membantu ketersediaan modal para pedagang kecil supaya tidak terjerat rentenir .

Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, pemerintah daerah dituntut untuk memberikan bimbingan dan kemudahan bagi para pedagang. Khususnya pedagang kecil yang minim modal. Salah satu caranya dengan bentuk pengembangan kelembagaan dan bantuan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan penelitian koperasi.

”Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda Kota Cimahi) selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam menumbuhkembangkan gerakan perkoperasian,” terangnya, saat konsolidari koperasi dan Rakerda Dekopinda Kota Cimahi, kemarin.

Menurut Atty, Dekopinda harus terus me-reposisi kedudukannya dengan berperan aktif dalam menata, membina, mengarahkan, membimbing serta mengawal perekonomian mikro. Agar gerakan koperasi di Cimahi semakin maju dan berkembang.

Penipuan Berkedok Koperasi - bandung ekspres
EDO DWI/JPPHOTO

WASPADAI AKSINYA: Ratusan masyarakat mendatangi Mapolres Serang untuk melakukan pengaduan penipuan berkedok koperasi Bina Mandiri, Kamis (9/7). Per orang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat penipuan tersebut.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Cimahi Warzidal Nazir mengungkapkan, ada lima prinsip yang akan dikedepankan yang pertama bahwa prinsip koperasi jangan sampai tercabut dari akarnya. Yaitu gotong royong, dengan harapan mampu memberikan jalan pengembangan usaha bagi generasi muda dengan pembimbingan usahanya. Selanjutnya koperasi harus mampu membuat jaringan dan yang terakhir kemandirian koperasi.

”Harus betul-betul diukur biaya untuk mendirikan koperasi. Jangan mendirikan koperasi pada dasarnya untuk mencari untung dari pihak ketiga,” tutur Warzidal Nazir.

Dia memaparkan, sejarah panjang koperasi memang berliku. Seirama dengan sejarah negeri ini, eksistensi koperasi pun mengalami pasang surut. Bahkan ada asumsi yang menyebutkan bahwa selama masa otonomi daerah mengalami stagnasi dan kehilangan peran.

”Kalau kita melihat pada tataran yang lebih luas, globalisasi, liberalisme dan bahkan perdagangan bebas dianggap sebagai lawan berat untuk bernafasnya koperasi, ternyata juga tidak benar,” paparnya.

”Nyatanya koperasi bisa diterapkan di mana saja dalam kondisi dan sistem ekonomi apapun,” pungkas dia. (mgc1/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga