oleh

Bikin KTP Sehari Jadi

[tie_list type=”minus”]Disdukcapil Pastikan Warga Tak Usah Bayar[/tie_list]

COBLONG – Kemudahan dalam membuat e-KTP atau KTP elektronik terus disosialisasikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung kepada masyarakat. Pasalnya, masih banyak warga yang beranggapan bahwa membuat e-KTP mesti bayar mahal dan prosesnya berliku-liku.

Drs Iwan Irawan
Drs Iwan Irawan
Kepala Bidang Mobilitas Penduduk
Discukcapil Kota Bandung

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Mobilitas Penduduk Disdukcapil Kota Bandung Drs Iwan Irawan. Sehubungan dengan keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kata dia, pembuatan e-KTP sudah didelegasikan penuh kepada seluruh tiap kecamatan di kabupaten dan kota se-Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk segera membuat e-KTP.

’’Yang penting persyaratan untuk di kecamatannya terpenuhi. Seperti perangkat keras dan perangkat lunak yang memadai,’’ jelas Iwan kepada Bandung Ekspres belum lama ini.

Dia menegaskan, tahun 2015 adalah tahun terakhir penyelesaian program e-KTP. Sehingga, warga yang masih menggunakan KTP reguler harus segera menggantinya. ’’Makanya kewenangan membuat e-KTP diserahkan ke kecamatan. Supaya cepat selesai,’’ ujarnya.

Di Kota Bandung sendiri, perekaman masal sudah dilakukan pada tahun 2012. Kemudian, diperpanjang tiga kali hingga tahun 2014. Perekaman masal ini sebenarnya hanya dilakukan 1 tahun penuh. Namun, terus diperpanjang, karena kuota yang belum cukup dan tingkat kesadaran masyarakat kurang tentang pentingnya e-KTP.

Iwan menegaskan, pembuatan e-KTP gratis alias tidak dipungut biaya. Termasuk dalam pembuatan surat-surat lainnya, seperti keterangan keluarga, surat nikah, surat pindah, dan akta kelahiran. ’’Jadi kalau ada yang memungut bayaran, tinggal lapor saja,’’ kata Iwan.

Menurut Iwan, proses pembuatan e-KTP di setiap kecamatan sudah sangat mudah dan cepat. Warga hanya perlu menyerahkan KTP reguler atau yang lama kepada petugas di kecamatan. Kemudian, pihak kecamatan akan mengeluarkan KTP elektronik secepatnya.

Apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan KTP dan ingin membuatnya kembali, maka hanya diperlukan surat keterangan kehilangan dari kepolisian, kemudian diserahkan kepada pihak kecamatan untuk dilakukan pencetakan ulang berdasarkan data yang sudah ada dari KTP sebelumnya.

Dalam hal pembuatan e-KTP ini, ada inovasi dari pemerintah supaya prosesnya cepat. Sebab, menurut Undang-Undang, pembuatan e-KTP hanya memakan waktu paling lama 31 hari kerja. Sedangkan, menurut Perda 15 hari kerja. ’’Tapi ada revisi berdasarkan SOP hingga menjadi 8 hari kerja. Walaupun sebenernya praktiknya hanya membutuhkan 1-2 hari kerja,’’ tandas Iwan.

Dia berharap, kemudahan program e-KTP tersebut tidak membuat masyarakat bingung atau enggan mengurus surat-surat penting. Sebab, e-KTP akan berguna di kemudian hari untuk segala kepentingan kependudukan. ’’Mudah-mudahan apa yang diimplementasikan di Kota Bandung dari pusatnya bisa tepat waktu. Baik itu dari sisi peralatan, sarana pendukung, dan regulasi kebijakan yang berlaku,” pungkasnya.

Program e-KTP ini sebelumnya sudah dimulai semenjak tahun 2011. Tahap satu diikuti 192 kabupaten/kota pada tahun 2011. Tahap kedua diikuti oleh 300 kabupaten/kota pada tahun 2012. Dan pada tahun 2012 sampai 2014 telah dilakukan perekaman massal pembuatan e-KTP di seluruh Indonesia dan telah diperpanjang tiga kali dengan Perpres yang berbeda. (mgt-ak/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga