oleh

Dorong Ekonomi Nasional

COBLONG – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan terjun langsung menemui masyarakat Kota Bandung. Didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung, M. Unu Ibnudin, Ferry menyosialisasikan layanan pembuatan sertifikat tanah di kawasan Car Free Day (CFD) Dago kemarin (24/5). Hal ini dilakukan dalam rangka Hari Konsumen Nasional 2015.

Sosialisasi Pembuatan Sertifikat Tanah
FAJRI ACHMAD NF. / BANDUNG EKSPRESSOSIALISASI: Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan (kiri) didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung, M. Unu Ibnudin menjelaskan layanan pembuatan sertifikat tanah di Dago (24/5).

Turut hadir dalam acara tersebut, Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan Widodo, serta Kadisperindag Jabar Ferry Sofwan.

Menurut Widodo, rangkaian ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2012. Tepatnya, sejak keluar Keppres No.13 tahun 2012, yang menetapkan tanggal 20 April sebagai Hari Konsumen Nasional (Harkonas). ’’Kita dari pusat sudah bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan juga kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. Semua menyelenggarakan Hari Konsumen Nasional,’’ terang dia.

Lebih lanjut, sejalan dengan tema yang diusung, di momen Harkonas ini, dia ingin masyarakat (konsumen) bisa mendorong ekonomi nasional. Yakni, dengan cara sosialisasi cerdas, mandiri untuk mencintai produk dalam negeri. ’’Pada Harkonas kali ini, kita perlu benar benar mencermati bahwa konsumen harus cerdas, mandiri dan cinta produk dalam negeri,’’ jelas dia.

Selain sosialisasi dan jalan sehat, kegiatan ini dimeriahkan pula dengan pertunjukkan musik perkusi dan aksi unik dari komunitas Paguyuban Sepedah Baheula (PSB) Bandung. Panitia pun menyelenggarakan kuis yang berhubungan dengan pengetahuan seputar konsumen dengan hadiah doorprize sebuah sepeda. (fie/tam)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga