oleh

Faktor Ekonomi Penyebab Utama

[tie_list type=”minus”] Pemkot Bandung Dinilai Gagal Benahi Saritem[/tie_list]

BATUNUNGGAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dinilai gagal menuntaskan praktik prostitusi di wilayah Saritem. Buktinya, setelah ditutup, prostitusi di kawasan Saritem masih bergeliat. Bahkan, Polrestabes Bandung menjaring 169 pekerja seks komersial (PSK) dan 28 mucikari dari kawasan yang ditutup pada 2007 itu.

Jaring PSK
CECEP MULYANA/JP PHOTOTERCIDUK: Empat wanita pekerja seks komersial (PSK) terjaring saat razia. Sementara itu di Kota Bandung, razia praktik prostitusi kini diperlebar ke hotel-hotel melati.

Hal itu dikatakan anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Ade Fahruroji . Menurut dia, pemkot gagal memanfaatkan momentum penutupan aktivitas saritem pada tahun 2007. ’’Padahal secara psikologis, sosial dan politis momentum itu sangat strategis sebagai tonggak berakhirnya aktivitas prostitusi yang sudah sekian lama ada di Saritem,’’ ujar dia saat dihubungi kemarin (22/5).

Ade menilai, pemkot tak optimal menuntaskan praktik bisnis haram di kawasan tersebut. Sehingga aktivitasnya kembali menggeliat. Dia mengaku, faktor ekonomi mejadi salah satu solusi yang harus dituntaskan Pemkot Bandung. Meskipun mayoritas PSK di Saritem merupakan warga pendatang dari luar daerah, tapi Bandung menjadi salah satu kota tujuan untuk mencari nafkah.

Dia pun berharap, Pemkot Bandung memberi solusi yang jelas. Terutama, masalah perekonomian warga yang terkait dengan praktik bisnis prostitusi.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kota Bandung Eddy Marwoto menampik, Saritem kembali buka karena kelalaian satpol PP. Menurutnya, yang harus melakukan pengawasan, pengamanan dan penggerebekan bukan hanya tugas satpol PP. Tapi juga masyarakat Kota Bandung.

Dia juga berdalih, anggotanya bukan lalai mengawasi satpol PP. Namun, satpol PP sempat disibukkan dengan pengamanan peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) beberapa waktu lalu. Tetapi, kini tak hanya Saritem yang disoroti satpol PP. Sebab, Eddy menduga hotel melati merupakan destinasi lokasi prostitusi di Bandung saat ini.

PSK di Bandung, kata Eddy, mangkal di sejumlah hotel melati di Bandung setelah satpol PP membekukan kegiatan mereka di lokasi prostitusi Saritem. Di Saritem, PSK tak perlu lagi menyewa kamar hotel karena lokasi tersebut telah menyediakan kamar.

’’Pokoknya kami fokus untuk mempersempit ruang gerak mereka (PSK), supaya tak lagi berani berjualan,’’ ujar dia.

Adapun penyisiran oleh satpol PP dibantu dengan sejumlah petugas dari Polisi Resort Kota Besar Bandung. Rencana penghentian Saritem sudah digembar-gemborkan sejak lama. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memang menugaskan Satpol PP untuk sentralisasi lokasi prostitusi itu.

Sebelumnya, ratusan PSK Saritem kembali terjaring operasi yang dilakukan kepolisian Rabu (20/5) malam. Dinas Sosial Kota Bandung langsung mengirimkan ratusan PSK tersebut ke panti rehabilitasi sosial.

Sekretaris Dinsos Kota Bandung Medi Mahendra mengatakan, setelah melakukan assessment oleh petugas Dinsos Kota Bandung, ratusan PSK Saritem itu akan dibagi dua. Mereka akan dikirimkan ke panti rehabilitasi Palimanan, Cirebon dan Sukabumi. (mtv/tmp/fie/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga