oleh

Gas 3 Kg Naik Lagi

Stok Penjualan Terbatas

CIMAHI – Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kg di sejumlah wilayah di Kota Cimahi kembali mengalami kenaikan. Penentuan harga ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Cimahi Nomor 542/Kep.96-Diskopindagtan/III/2015 tentang HET elpiji 3 Kg untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro.

Kepala Diskopindagtan Huzen Rachmadi mengatakan, kenaikan tersebut disesuaikan dengan daerah lainnya di Bandung Raya. Pada titik serah agen, harga elpiji 3 kg naik dari RP 13.400/tabung menjadi Rp 14.750/tabung. Sedangkan pada titik serah pangkalan dari Rp 14.600/tabung naik menjadi Rp 16.600/tabung.

”Kami sudah menerima SK Wali Kota soal HET elpiji 3 kg pada 16 maret 2015 kemarin. Sehari setelah SK itu keluar, HET mulai diberlakukan. Se-Bandung Raya HET-nya sama agar tidak ada migrasi pembelian,” ungkapnya, kemarin (27/3).

Sebelumnya, Diskopindagtan bersama pihak terkait seperti, Pertamina, Polres Cimahi, dan Hiswana Migas sudah melakukan sosialsisasi kepada agen, pangkalan, dan Usaha kecil mikro. Hal ini dilakukan agar mereka mengetahui pemberlakuan HET yang baru.

Huzein melanjutkan, Penentuan besaran harga kenaikan tersebut berdasarkan beberapa faktor. Salah satu penyebabnya yakni, besarnya biaya transportasi. ”Sudah kami hitung dan mempertimbangkan harga angkut yang dilakukan agen dan pangkalan. Makanya itu menjadi alasan lain kami untuk menaikan harga,”katanya.

Menurut Huzen, di Kota Cimahi sendiri terdapat 12 agen dan 295 pangkalan gas elpiji yang biasa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Sementara untuk tingkat pengecer, sampai saat ini belum ada ketentuannya.

Namun, dia meminta agar pengecer menjual gas 3 kg dengan harga yang wajar.”Kalau masyarakat mau beli dengan harga yang sesuai HET sebaiknya beli langsung ke pangkalan ,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi jika ada agen yang menjual elpiji 3 kg di atas HET. Adapun untuk sanksinya, berupa penghentian distribusi kepada agen tersebut. ”Kami sudah menginstruksikan agar aparat kelurahan dan kecamatan mengawasi hal ini,’’ terangnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Kolonel Masturi Akun Nugraha (35) mengungkapkan, dengan adanya kenaikan harga gas 3 kg itu, masyarakat merasa resah. Bahkan, beberapa distribusi gas 3 kg di beberapa tempat semakin berkurang.”Kenaikan harga ini banyak dikeluhkan masyarakat. Stok yang ada juga dibatasi, hanya 200 tabung saja,” katanya.

Akun meminta pemerintah bisa segera menstabilkan harga dan melancarkan pasokan gas elpiji 3 kg, ”Kasihan warga, barangnya mahal, ditambah lagi dengan langkanya barang,” ujarnya. (mg18/asp)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga