oleh

Kejutan dari PSGC

Persib 4 – PSGC 3

Sempat Lengah, Maung Pantang Kalah

CIAMIS – Kejutan diberikan tim Divisi Utama PSGC kala menjamu juara Indonesia Super League (ISL) Persib Bandung, pada Turnamen Persahabatan Segitiga di Stadion Galuh Ciamis, kemarin (24/3). Dalam duel itu, PSGC mampu unggul lebih dulu dengan skor 2-0, meski pada akhirnya harus kalah dengan skor akhir 4-3.

Persib – PSGC  - bandung ekspres
Dadang Hermansyah / Radar Tasikmalaya

TETAP UNGGUL: Persib (putih) menang melawan PSGC di Stadion Galuh, Ciamis, kemarin (24/3). Sempat kecolongan dengan skor 2-0 di awal pertandingan, Persib akhirnya pulang membawa kemenangan.

Gol Persib dicetak oleh Konate, Atep, Abdul Rahman, dan Rudiana. Sedangkan, gol tuan rumah dicetak oleh Rosian, Jajang Sukmara (bunuh diri), dan Ganjar jelang akhir pertandingan. Pada laga pamungkas itu, coach Djadjang Nurdjaman kembali memberikan kesempatan kepada pemain pelapisnya, Djanur—sapaan akrabnya—melakukan rotasi dengan menurunkan pemain muda di menit awal.

Kedua tim tampil hampir tanpa beban, paruh pertama Maung Bandung langsung menekan. Tujuh menit awal peluang dibuka M. Ridwan setelah berhasil menerima umpan silang kiriman Jajang Sukmara. Namun, sundulannya belum mampu menjebol gawang PSGC.

Begitu juga dengan Konate Makan. Tendangan jarak jauhnya belum bisa merobohkan pertahanan yang digalang Dedeyan Surdani dan Abdul Basid. PSGC yang terus ditekan di 15 menit awal, langsung menjawab. Mengandalkan skema serangan balik, PSGC mampu mencuri gol lewat sontekan Rosian, hasil kerja sama satu dua dengan Galih Dimas. PSGC unggul sementara atas Maung Bandung.

Unggul 1-0, PSGC semakin di atas awan. Keduanya mulai menampilkan permainan terbuka, dan terjadi jual beli serangan. Hasilnya menit 26 Persib harus kembali kebobolan lewat gol bunuh diri Jajang Sukmara, yang gagal mengintersep bola heading.

Tertinggal 2-0, Maung Bandung semakin gencar melancarkan serangan guna memperkecil kedudukan. Menit 28, Konate memperkecil kedudukan menjadi 2-1, lewat tendangan first time, usai menerima umpan matang dari Firman Utina. Hingga turun minum, skor 2-1 belum berubah untuk keunggulan tuan rumah.

Di paruh kedua, Djanur kembali merotasi pemainnya, dengan menggantikan Jajang Sukmara dan memasukkan Dedi Kusnandar, Taufiq dirotasi menjadi beck sayap kanan, Dias ke beck kiri. Hasilnya, tak butuh waktu lama bagi Maung Bandung untuk menyamakan kedudukan, pertandingan baru berjalan tiga menit, Atep langsung membuat penonton bergemuruh lewat golnya, setelah memanfaatkan bola muntah dari tendangan Yandi Sofyan, kedudukan berubah menjadi 2-2.

Di pertengahan babak kedua, menit 73, pemain belakang Abdul Rahman membawa Persib unggul 3-2 lewat sontekan. Dia memanfaatkan kemelut di depan gawang PSGC. Menit 87, Rudiana yang masuk menggatikan Yandi Sofyan menyumbangkan satu gol, usai menerima umpan dada dari Atep. Gol itupun menjadi gol perdana Rudian dalam pertandingan resmi. Persib unggul 4-2.

Menjelang akhir pertandingan, barisan belakang Maung Bandung kembali lengah. Hal itu lantas dimanfaatkan PSGC lewat gol Ganjar di masa injury time. Kedudukan 3-4 pun bertahan hingga wasit membunyikan peluit tanda pertandingan berakhir.

Dijumpai usai pertandingan, pelatih kepala PSGC Heri Rafni Kotari mengaku puas dengan kemampuan yang ditentukan anak asuhnya. Meski akhirnya kalah, namun Heri tetap merasa takjub. ’’Kita asalnya ingin buat kejutan. Tapi rasa heroik anak-anak kami cuma sampai di situ,” ungkap Heri.

Dari kubu sang tamu, Djanur menilai PSGC tampil lebih baik dengan berhasil membuat timnya kerepotan di sepanjang laga. Namun, berkat pengalaman dan mental, Maung Bandung tetap unggul. ’’Respek buat PSGC yang telah menyulitkan kami,” kata Djanur. (mio/tam)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga