Yuddy Sentil Pelayanan RSHS

 

BANDUNG – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi melakukan kunjungan kerja ke RS Hasan Sadikin, Bandung, kemarin (14/3). Didampingi Direktur Utama RS Hasan Sadikin, Ayi Djembarsari dan Direktur Medik dan Perawatan, Rudi Kurniadi, Yuddy meminta agar pelayanan kesehatan di RS ditingkatkan.

Sebab, kata dia, 95 persen pegawai yang bekerja di RSHS merupakan pegawai negeri sipil. ’’Maka sudah menjadi kewajiban untuk memberikan pelayanan yang baik kepada publik,’’ tegas Yuddy.

Dia mengatakan, RS Hasan Sadikin merupakan rumah sakit terbesar di Jawa Barat. Selain itu, rumah sakit ini juga didukung anggaran pendapatan belanja negara dan masyarakat yang menggunakan jasa rumah sakit. Sehingga, kontribusi utamanya dari negara dan masyarakat. ’’Jadi hal wajar apabila seluruh komponen yang ada di rumah sakit memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya,’’ kata Yuddy.

Menurut penilaiannya, kondisi di RS Hasan Sadikin hampir sama seperti rumah sakit lain. Pasien semakin meningkat karena semakin luasnya akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan BPJS, masyarakat sangat terbantu. Karena sekarang, sakit kepala saja mereka datang ke rumah sakit. Jadi jika rumah sakitnya penuh dimana-mana, kapasitasnya overload, itu bukan karena rumah sakitnya tidak mampu melayani. Tetapi, kebutuhan pelayanannya kian besar.

Yuddy pun meminta agar kapasitas sumber daya manusia yang bekerja lebih mampu melayani banyak orang. Meskipun dalam kondisi yang capek, namun jangan sampai pelayanan terhadap masyarakat menjadi buruk.

’’Saya minta pimpinan RSHS dapat menjaga dan memotivasi semua yang bekerja agar dapat melayani masyarakat dengan baik. Karena salah satu tugas pimpinan adalah melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian tugas aparatur sipil negara,’’ kata Yuddy.

Sementara itu, Direktur Utama RS Hasan Sadikin, Ayi Djembarsari mengaku senang dengan kedatangan Menteri PANRB. Karena dia bisa menyampaikan langsung permasalahan terkait aparatur sipil negara di RS tersebut.

Ayi mengatakan, saat ini RS Hasan Sadikin membutuhkan 400 perawat. Karena saat ini tenaga perawat masih sangat kurang dengan jumlah pasien yang terus meningkat.

Dalam kunjungan tersebut, Yuddy juga menjenguk Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Wawan Ridwan yang juga dirawat di ruang ICU. Sebagai sahabat, dia mengaku memiliki kewajiban moral untuk mendoakan dan memberikan dorongan moril ke keluarganya.

’’Kalau sakit kan biasa, tapi kalau di ICU itu pasti sudah parah kondisinya. Saya datang memberikan dorongan moril ke keluarganya dan memberikan doa agar beliau bisa segera sembuh,’’ kata Yuddy.

Sementara itu, menurut istri Sekda Jabar, ibu Wawan mengaku tidak mengira jika kondisi suaminya semakin memburuk. Karena pagi hari sebelum dirawat, kondisi suaminya tersebut sangat sehat. ’’Pagi hari saat bangun itu bapak cerita kalau dia sangat semangat sekali. Tetapi kok setelah solat subuh langsung muntah-muntah. Sorenya dibawa ke rumah sakit jadi tambah parah,’’ katanya. (rls/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.