oleh

KPK Belum Ambil Sikap

Godok Putusan, Jokowi Menginap di Istana Bogor

JAKARTA – Sejarah kelam penegakan hukum terukir di Ruang Sidang Utama Prof Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), kemarin (16/2). Untuk kali pertama, penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digugurkan lewat upaya praperadilan.

Bukan hanya itu, rekor sapu bersih pemidanaan yang dimiliki KPK pun tercoreng. Sejak KPK didirikan pada 2002, penyidik dan jaksanya punya catatan mentereng. Tim penindakan lembaga antikorupsi itu memiliki rekor 100 persen conviction rate atau rekor pemidanaan yang tetap terjaga. Artinya, belum ada satu pun terdakwa KPK yang dibebaskan sejak lembaga antirasuah tersebut didirikan.

Namun, semua rekor itu harus berakhir kemarin siang. Hakim Sarpin Rizaldi adalah tokoh sentral rusaknya rekor tersebut. Tepat pukul 10.25, hakim lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) pada 1982 itu mengetokkan palu putusan untuk memenangkan gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan atas penetapan tersangka oleh KPK.

Lantas, bagaimana tanggapan KPK atas putusan tersebut? Lembaga superbodi itu sampai tadi malam belum mengambil sikap. Pihak KPK menyatakan masih harus mempelajari salinan putusan yang belum didapat dari PN Jaksel. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebutkan, apa pun putusan hakim, KPK harus menghormatinya.

Bambang enggan berkomentar banyak mengenai materi putusan praperadilan. Hanya, dia menjawab tentang status Budi Gunawan yang tidak bisa dijerat oleh KPK karena sebagai Karobinkar dinilai bukan penyelenggara negara. ’’Kalau bicara itu, dalam sprindik kan sudah jelas, tertulis bukan hanya sebagai Karobinkar, namun juga jabatan lainnya,’’ ujarnya. Bambang menuturkan, KPK masih akan mendiskusikan upaya untuk tetap bisa melanjutkan kasus Budi Gunawan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Pencegahan KPK Johan Budi mengungkapkan, seluruh pimpinan telah rapat dan akan mengambil sikap setelah mempelajari salinan putusan. Salah satu yang dibahas dalam rapat adalah opsi mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan praperadilan bermasalah tersebut.

Namun, Johan menggarisbawahi bahwa KPK saat ini belum membuat keputusan apa-apa soal hasil praperadilan. Sebab, lembaga antirasuah itu belum menerima salinan lengkap putusan.

Dia pun membantah adanya opsi menetapkan Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka dalam kasus lain. Johan menjelaskan, satu-satunya opsi yang sudah dibahas terkait dengan PK. ’’Tidak ada opsi itu (menetapkan BG dalam kasus lain, Red) dibicarakan,’’ tegasnya.

Atas pilihan tersebut, Mahkamah Agung (MA) mempersilakan KPK untuk melaporkan hasil praperadilan yang ditangani hakim Sarpin itu. MA berjanji memverifikasi dan menindaklanjuti laporan KPK jika memang pengaduan yang disampaikan beralasan.

Humas MA Ridwan Mansyur mengatakan, pihak yang tidak puas dengan putusan hakim bisa melayangkan pengaduan ke badan pengawas (bawas) internal MA. ’’Kalau pengaduan itu beralasan dan benar menyangkut code of conduct maupun professional conduct, maka tentu kami akan verifikasi dan tindak lanjuti,’’ ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, hal itu lumrah karena selama ini selalu ada pihak yang pro dan kontra atas putusan hakim. Dia menyebutkan, ketentuan praperadilan sudah diatur secara jelas pada pasal 77 sampai 87 KUHAP. Berdasar aturan yang ada, sebenarnya tidak ada upaya hukum lanjutan yang bisa dilakukan KPK.

Dengan tuntasnya proses praperadilan yang mencabut status tersangka Budi Gunawan, publik menunggu respons Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, hingga tengah malam tadi pukul 00.00, presiden masih mengendapkan keputusan jadi tidaknya melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri baru. Setelah seluruh rangkaian acara, Jokowi tidak kembali ke Jakarta. Untuk kali pertama, presiden yang dipilih 53,15 persen suara rakyat itu menginap di Istana Bogor.

Sejak kemarin pagi, Jokowi beraktivitas di Istana Bogor. Sejumlah agenda rapat terbatas untuk membahas beberapa isu dilaksanakan di istana tersebut. Dimulai pertemuan dengan pimpinan BUMN, kegiatan resmi presiden ditutup dengan bincang santai dan makan malam bersama seluruh menteri di Kabinet Kerja.

Hingga rapat selesai sekitar pukul 21.45 WIB, tidak kunjung ada pembahasan soal hasil praperadilan. Beberapa menteri yang keluar dari istana secara sendiri-sendiri kompak menyatakan bahwa tidak ada pembahasan soal Kapolri. Di acara bincang santai itu, presiden lebih sering mengingatkan perlunya menjaga dan memperbaiki pola komunikasi publik jajaran kabinet. ’’Tidak ada. Tidak ada pembahasan sama sekali soal itu (Kapolri),’’ kata Menko Polhukam Tedjo Edhy setelah acara.

Secara pribadi, dia juga menyatakan belum diajak bicara sama sekali oleh presiden soal Polri maupun dampak-dampak putusan praperadilan. ’’Posisi (saya) menunggu. Jika tidak diminta pertimbangan, kami tidak menghadap,’’ imbuhnya.

Ketika siang, beberapa saat setelah putusan praperadilan diketok, BG sempat hadir di Istana Bogor untuk menemui presiden. Meski dari sejumlah informasi yang dihimpun kehadiran tersebut sudah dapat dipastikan, kepala Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) itu sama sekali tidak menampakkan diri. ’’Saya belum ketemu Pak BG. Pak BG pulang (dari Istana Bogor), saya berangkat ke sini,’’ kata Wakapolri Badrodin Haiti saat baru datang di Istana Bogor kemarin sore.

Kehadiran BG di Istana Bogor justru disampaikan sendiri melalui wawancara dengan Metro TV. Dalam wawancara pada pukul 15.30 tersebut, BG mengaku sudah bertemu dengan presiden. Dalam pertemuan yang disebut BG tak sampai 10 menit itu, Jokowi mengucapkan selamat. ’’Ya, beliau (Jokowi, Red) mengucapkan selamat. Alhamdulillah, kebenaran telah terwujud. Artinya itu yang terpenting, bahwa status saya tidak bersalah,’’ kata BG dalam wawancara tersebut.

Namun, BG mengakui, dalam pertemuan itu tidak dijelaskan apakah Jokowi tetap melantik dirinya sebagai Kapolri. ’’Tadi tidak sebut masalah pelantikan. Kita tunggu saja putusan presiden. Apa pun yang diputuskan, kita harus hargai dan patuh untuk laksanakan,’’ ujar BG. (gun/idr/dim/c11/kim/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga