oleh

Taklukan Semua Gunung Jawa Barat

Kopdar Fasilitasi Pendaki Pemula

CIBIRU – Dapat menaklukan bukit terjal dan ganasnya alam pegunungan menjadi sesuatu yang membanggakan bagi pecinta alam. Udara yang dingin atau panas seolah tak berarti manakala menginjakan kaki di puncak gunung.

Kopdar
Komunitas Pendaki Rancaekek (Kopdar)

Sekumpulan anak muda di wilayah Bandung Timur yang menamakan diri sebagai Komunitas Pendaki Rancaekek (Kopdar) memiliki jadwal tersendiri mendaki gunung. Komunitas ini tiap akhir pekan mendaki gunung secara bergilir.

Pegiat Kopdar, Ganjar Kusumah Muharam, 25, mengatakan, hampir semua gunung di Jawa Barat telah didakinya. Seperti Gunung Manglayang, Papandayan, Puntang, Cikurai, Burangrang, Guntur, Rakuta, dan lain-lainnya hingga Gunung tertinggi di Jabar, yakni Ciremai. Selain itu, beberapa gunung di luar Jabar dan pulau Jawa sudah dia jajal.

Dia mengatakan, di Jabar, terdapat ratusan gunung aktif ataupun pasif. Selama 10 tahun menjadi pendaki, dia telah berhasil mencapai ratusan puncak gunung.

Komunitas Pendaki Rancaekek (Kopdar)
Komunitas Pendaki Rancaekek (Kopdar)

Tiap akhir pekan, Kopdar ngetrip gunung di wilayah Bandung Raya. Bukan saja karena hobi, namun kata Ganjar, pendakian tersebut juga untuk memandu (guide) para pendaki pemula yang ingin mendaki.

”Kebanyakan dari mereka (pendaki pemula) belum paham soal teknis bagaimana cara mendaki yang benar. Mereka juga tidak memiliki perlengkapan standar pendakian. Maka kami pinjamkan penglengkapan sekaligus guide mereka,” ujar Ganjar kepada Bandung Ekspres di Cibiru, belum lama ini.

Dia menuturkan, jumlah pendaki setiap kali ngetrip sekitar delapan hingga sepuluh orang dengan jumlah pemandu dari Kopdar sekitar empat orang. Sebagai panitia, Kopdar bertanggung jawab mengarahkan peserta sebelum hingga sesudah pendakian.

”Satu hari sebelum mendaki kami brifing dulu pesertanya. Kami jelaskan perlengkapan apa saja yang harus dibawa peserta dan seperti apa aturan mainnya saat mendaki,” imbuhnya.

Ganjar menambahkan, soal keselamatan menjadi poin utama. Sebab, misalnya berangkat lima orang harus pulang lima orang lagi. Panitia pun memiliki tugasnya masing-masing. Sebagian panitia berjalan di depan dan sebagian lagi di belakang sebagai swipper.

Tiap gunung berbeda-beda waktu tempuh dan medannya. Dia mencontohkan. Waktu tempuh Gunung Manglayang sekitar dua hingga tiga jam dari pos pertama sampai akhir, sedangkan Gunung Burangrang sekitar tiga sampai empat jam.

”Itu (waktu tempuh) tergantung kondisi cuaca dan fisik peserta juga. Jika ada salah satu peserta yang tidak kuat, tidak boleh dipaksakan. Harus istirahat dulu. Atau jika terjadi hujan besar dan kilat, harus berhenti dulu,” ujar dia.

Menurut dia, meski sudah berkali-kali mendaki di gunung yang sama. Namun suasananya selalu berbeda. Ini karena orang yang dia bawa berbeda-beda. Kegembiraan para peserta saat mencapai puncaknya membuat dia bangga dan merasa berarti untuk sesama manusia.

Ganjar sendiri menyebut, mendaki gunung merupakan hobi yang sudah mendarah daging. Selain mendapat penghasilan saat menjadi guide. Namun, yang lebih utama yaitu untuk menyalurkan keinginan.

”Soal dapat uang hanyalah sampingan. Lagian tidak terlalu besar. ada ataupun tidak ada yang daftar, kami tetap mendaki,” pungkasnya. (fik/far)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga