Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Musim Hujan, Pemkab Bandung dan TNI-Polri Siapkan Respons Cepat Banjir

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Musim Hujan, Pemkab Bandung dan TNI-Polri Siapkan Respons Cepat Banjir
Forkopimda Kabupaten Bandung saat Apel Kesiapsiagaan Bencana di Mapolresta Bandung, Senin (2/11/2026). Foto: Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

Dalam menghadapi potensi banjir, Pemkab Bandung akan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk memetakan titik rawan bencana sekaligus menentukan pembagian tugas penanganan di lapangan.

Wilayah Dayeuhkolot masih menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian. Sementara itu, di Baleendah, genangan di Jalan Siliwangi masih menjadi perhatian akibat persoalan drainase.

Pemkab Bandung akan menghitung kebutuhan pompa air portabel agar penanganan genangan dapat dilakukan lebih cepat.

Baca Juga:Hujan Bisa Datang Mendadak dan Deras, BPBD Cimahi Petakan Saluran Rawan BanjirBPBD Kabupaten Bandung Perkuat Mitigasi di 8 Desa Rawan Banjir Bandang dan Longsor

“Kalau dilakukan lebih awal, maka tidak mengendap lama, akhirnya bisa satu atau dua jam bisa selesai lagi,” kata Dadang.

Terkait anggaran, ia memastikan Pemkab Bandung masih memiliki dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp10 miliar untuk penanganan kedaruratan. Anggaran tersebut dapat digeser sesuai kebutuhan mendesak dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Anggaran kita masih menyimpan di BTT ya, kurang lebih sekitar Rp10 miliar. Maka kalau tadi ada kebutuhan yang mendesak, maka ini boleh menggeser anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto menegaskan apel kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen bersama seluruh unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan penanganan banjir, tetapi juga berbagai bencana lain, termasuk genangan air yang berlangsung lama dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Tri mengajak masyarakat turut berperan aktif dalam upaya pencegahan, salah satunya dengan membersihkan saluran air dan gorong-gorong sebelum terjadi banjir.

“Jadi jangan nunggu bencana. Kalau bencana kita siap, apapun yang terjadi kita siap. Namun, sambil menunggu, ayo semuanya, kita perlu turun,” ujarnya.

Baca Juga:Banjir Rendam Jalan Kopo-Sayati Bandung, Pengendara Pilih Putar BalikBojongsoang Perkuat Penanganan Banjir, Normalisasi Sungai hingga Persiakan 10 Hektare Danau Retensi di Tegallu

Ia mengatakan seluruh personel kepolisian disiagakan untuk merespons potensi bencana. Koordinasi dengan jajaran TNI, kecamatan, dan pemerintah daerah akan dilakukan agar penanganan genangan maupun banjir dapat segera dilaksanakan.

Tri menambahkan, respons cepat diperlukan untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat, termasuk mencegah kemacetan yang kerap muncul ketika banjir terjadi.

“Begitu ada genangan, ayo turun semuanya, karena begitu ada genangan air, pasti ada masyarakat yang dirugikan,” katanya.

0 Komentar