Hujan Bisa Datang Mendadak dan Deras, BPBD Cimahi Petakan Saluran Rawan Banjir

ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat meski wilayah Jawa Barat masih menghadapi fase kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino.

Peringatan tersebut menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengenai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Barat pada 26 Oktober hingga 1 November 2026.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Fitriandy, mengatakan pihaknya telah melakukan mitigasi dengan memetakan sejumlah titik drainase dan saluran air yang berpotensi memicu genangan saat hujan turun.

Baca Juga:BMKG Jelaskan Penyebab Lonjakan Suhu Panas di Bandung Raya, Posisi Gerak Semu Matahari Jadi Salah Satu Faktor BMKG Prediksi Hujan Masih Berpotensi di Jawa Barat, Warga Diimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi 

Hasil pemetaan tersebut telah disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi untuk ditindaklanjuti.

“Kita sudah koordinasi, kita sampaikan hasil pemetaan titik yang berpotensi ada genangan pas hujan turun. Kita harus antisipasi, karena kalau prediksi BMKG ini, musim hujannya memang terlambat datang tapi cepet selesainya. Tapi sekalinya hujan, besar kaya semalam,” kata Fitriandy, Rabu (28/10/26).

Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 26 Oktober hingga 1 November 2026, sejumlah fenomena atmosfer diperkirakan mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat.

Salah satunya adalah suhu muka laut yang relatif hangat sehingga mendukung pasokan uap air ke atmosfer.

Selain itu, gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif di wilayah Jawa Barat. Kondisi atmosfer yang labil pada kategori sedang hingga kuat juga mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif dalam skala lokal.

Secara umum, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat. Namun, hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpeluang terjadi di sejumlah lokasi, terutama dalam skala lokal dan berdurasi singkat.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Masyarakat dan instansi terkait diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga:Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah Termasuk SumedangBMKG Prediksi Hujan Masih Berpotensi di Jawa Barat, Warga Diimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi 

“Tetap tenang namun siaga, mengenali risiko dilingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahanserta protokol evakuasi dari pemerintah apabila terjadi bencana,” tandas Fitriandy. (Mong)

0 Komentar