Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Musim Hujan, Pemkab Bandung dan TNI-Polri Siapkan Respons Cepat Banjir

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Musim Hujan, Pemkab Bandung dan TNI-Polri Siapkan Respons Cepat Banjir
Forkopimda Kabupaten Bandung saat Apel Kesiapsiagaan Bencana di Mapolresta Bandung, Senin (2/11/2026). Foto: Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bersama TNI-Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana pada musim penghujan. Upaya tersebut dilakukan melalui apel siaga, penguatan koordinasi lintas sektoral, serta penyiapan anggaran kedaruratan dan personel untuk merespons potensi banjir di wilayah Kabupaten Bandung.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Siaga Penanganan Bencana di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi inisiatif Kapolresta Bandung dalam menggelar apel kesiapsiagaan. Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci untuk mengantisipasi bencana, terutama banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan.

Baca Juga:Hujan Bisa Datang Mendadak dan Deras, BPBD Cimahi Petakan Saluran Rawan BanjirBPBD Kabupaten Bandung Perkuat Mitigasi di 8 Desa Rawan Banjir Bandang dan Longsor

“Kesiapsiagaan ini inisiasi Pak Kapolresta Bandung, saya sangat apresiasi. Ternyata beliau lebih peka karena memang asli orang Kabupaten Bandung dan juga Bandung Raya, jadi memahami tentang teritori,” ujar Dadang.

Ia mengatakan, program pentalik yang telah dilaksanakan di 14 kecamatan memberikan manfaat nyata dalam mengurangi risiko banjir. Program tersebut melibatkan masyarakat bersama unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk melakukan pengerukan sedimentasi serta penanganan saluran air.

Dadang menyebut, sejumlah wilayah yang sebelumnya kerap mengalami banjir kini menunjukkan perbaikan setelah pelaksanaan program tersebut.

“Bayangkan saja, kalau 14 kecamatan kemarin tidak melakukan pentalik, mungkin saat ini sudah banjir di mana-mana. Ini sangat terasa manfaatnya,” katanya.

Meski demikian, Dadang menegaskan penanganan banjir tidak bisa terus-menerus dibebankan kepada program pentalik. Ia meminta dukungan pemerintah pusat, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk menangani persoalan sedimentasi dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Ia mengungkapkan, Pemkab Bandung telah mengusulkan pembangunan danau di dua lokasi, yakni Sukamana dan Tegal Luar. Namun, hingga November 2026, usulan tersebut belum terealisasi.

“Saya mohon ketegasan BBWS. Akan saya sampaikan lagi ke Pak Menteri Kementerian PUPR tentunya ini,” tuturnya.

Baca Juga:Banjir Rendam Jalan Kopo-Sayati Bandung, Pengendara Pilih Putar BalikBojongsoang Perkuat Penanganan Banjir, Normalisasi Sungai hingga Persiakan 10 Hektare Danau Retensi di Tegallu

Dadang juga menyatakan kesiapan Pemkab Bandung untuk menyediakan peralatan penanganan sedimentasi apabila pemerintah pusat menyalurkan anggaran kepada daerah.

“Saya siap, saya siapkan alat. Saya siapkan alat di beberapa sektor, tapi tugas pembantuannya turunkan uangnya ke daerah,” ujarnya.

0 Komentar