Suara domba bersahutan seketika menggema di Young Farmer Farm (YFF) pagi itu. Cecep menuangkan campuran konsentrat ke setiap bilik. Suara ternak kian riuh. Maklum jumlahnya bukan lagi hitungan jari tapi sudah ratusan. Usaha peternak Cibiru Wetan tersebut tumbuh seiring terbukanya akses pembiayaan.
Hendrik Muchlison, Jabar Ekspres, Kabupaten Bandung
Cecep juga satu dari sejumlah pemuda yang kini ikut diberdayakan di Peternakan di Kabupaten Bandung tersebut. Ia kecipratan berkah dari usaha milik Rizky Prasetiadi yang makin tumbuh pesat itu.
Rizky bukan pewaris yang melanjutkan usaha ternak orang tua. Tapi ia merintis usahanya sendiri dari nol. Ia mulai berkecimpung dalam ternak domba sejak 2011. Pria yang mengenyam pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) itu memulai usaha dengan modal 5 ekor domba kurban.
Baca Juga:ATM Emas Bank Mandiri Region VI/Jawa 1 Kini Hadir di Surapati dan Soekarno Hatta BandungKPAID Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Medsos Usai Siswi SMK Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan
“Itu momen Hari Raya Iduladha, jadi jual-beli domba 5 ekor,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (8/10).
Usaha pria 34 tahun itu berkembang. Dari sekadar jual beli domba momentuman, tumbuh menjadi penggemukan.
Di 2015, ia pun sampai menyewa sepetak lahan di Jatinangor untuk aktivitas usahanya.
Lalu di 2019, Rizky bisa membeli sepetak tanah di Desa Cibiru Wetan. Ia membangun rumah dan kandangnya sendiri. Lapak di Kabupaten Bandung itu bertahan sampai saat ini.
Rizky mengakui bahwa perjalanan usahanya itu tak sepenuhnya mulus. Salah satu pengalaman pahitnya adalah sampai ditipu orang.
“Itu terjadi di 2014, uang modal usaha dipercayakan pada orang, ternyata dibawa kabur,” ungkapnya dengan sedikit memelankan suaranya.
Padahal saat itu mendapatkan modal usaha bukanlah hal yang mudah. Peristiwa tersebut jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Rizky. Makanya ia cukup hati-hati dalam mencari dukungan modal usaha.
Ketika Akses Pembiayaan Mengubah Arah Usaha
Baca Juga:Wajib Halal 2026 Jadi Peluang Industri Nasional Tingkatkan Daya SaingKomdigi Susun Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan, Target Terbit Akhir 2026
Di tengah pasang surut usahanya, Rizky mendapatkan suntikan energi baru. Energi itu datang dari akses permodalan dari Bank Daerah yang juga hasil fasilitasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rizky menceritakan, sebelum kenal program Kredit Usaha Rakyat (KUR) ia mengandalkan investor pribadi untuk dukungan permodalan. Biasanya adalah kerabat atau orang yang memang sudah cukup dikenal.
