Jejak Lima Ekor Domba Garut, Saat Pembiayaan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Domba garut
GEMUK : Rizky menunjukkan beberapa domba di peternakannya. (Hendrik-Grafis diolah AI)
0 Komentar

Maklum para pekerja rajin mencukur bulu domba-domba itu. Lalu yang cukup unik, kandang domba itu didesain bertingkat dengan alas dari bambu dengan sedikit berongga. Sehingga kotoran domba bisa langsung jatuh tanpa menggunung di bilik. Kandang itu juga lebih mudah dibersihkan.

Pertumbuhan usaha itu tak hanya dari jumlah ternak. Sejumlah pemuda dan warga setempat ikut kecipratan berkah. Mereka turut diberdayakan dalam memutar usaha ternak tersebut.

Kepala Kandang Ari Komarujjaman menjelaskan, setidaknya ada 3 orang yang bisa dibilang karyawan tetap mengurus peternakan itu. Yaitu dirinya, Yuda dan Cecep.

Baca Juga:ATM Emas Bank Mandiri Region VI/Jawa 1 Kini Hadir di Surapati dan Soekarno Hatta BandungKPAID Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Medsos Usai Siswi SMK Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan

“Yuda dan Cecep ini yang biasa memberi pakan ternak, cukur bulu, dan keperluan peternakan lainnya,” terangnya.

Namun bukan hanya 3 orang itu saja yang selama ini terlibat. YFF justru banyak melibatkan orang sebagai karyawan harian atau tidak tetap. Khususnya di momen tertentu seperti Iduladha. Mereka dari para pemuda yang minat pada bidang ternak, karang taruna hingga warga sekitar.

Jumlahnya bisa puluhan orang. Mereka tidak hanya mengurus ternak tapi juga terlibat dalam beberapa usaha produk turunan dari peternakan YFF. Seperti keperluan pemotongan hewan untuk aqiqah.

“Bisa sampai 50 orang, kalau momen Iduladha ditambah urus pemotongan aqiqah dan keperluan penunjang lain,” timpal Rizky.

Ari merincikan, Yuda dan Cecep ini pemuda yang memang direkrut sejak lulus SMK untuk terlibat mengurus peternakan. Mereka ada modal pendidikan SMK jurusan di bidang peternakan. Mereka digaji setiap bulan.

“Memang belum sampai upah minimum, tapi sudah di atas Rp 2 juta,” katanya.

Setidaknya dua pemuda itu sudah ada lebih dari setahun bekerja di YFF. Pendapatan itu bisa mengisi dompet tiap bulan sebagai pemuda lulusan SMK.

Baca Juga:Wajib Halal 2026 Jadi Peluang Industri Nasional Tingkatkan Daya SaingKomdigi Susun Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan, Target Terbit Akhir 2026

Sementara pekerja lain mendapat upah harian. Biasanya disesuaikan dengan beban pekerjaan. Mulai dari Rp 85 ribu sampai Rp 100 ribu per hari.

Merambah Pasar Turunan

Rizky bisa dibilang cukup kreatif dalam mengembangkan usaha ternaknya. Ia berupaya mengembangkan berbagai produk dan usaha turunan. Tujuannya agar tak terlalu bergantung pada musim Iduladha untuk bisa mendapatkan pemasukan.

0 Komentar