Jejak Lima Ekor Domba Garut, Saat Pembiayaan Menggerakkan Ekonomi Lokal

Domba garut
GEMUK : Rizky menunjukkan beberapa domba di peternakannya. (Hendrik-Grafis diolah AI)
0 Komentar

Rizky mengakui bahwa jumlah pinjaman modal dari investor pribadi juga tidak bisa besar. Lalu skema angsuran juga tidak begitu jelas melainkan tergantung kesepakatan kedua belah pihak saja.

“Paling besar itu Rp 20 juta, lalu kebanyakan konsepnya bagi hasil. Secara hitungan, pola itu kurang menguntungkan,” tutur pria yang juga Wakil Ketua DPD Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat itu.

Lalu Rizky mencoba peruntungan dengan mengakses program KUR. Beruntung sejak 2020, pengajuannya mendapat lampu hijau dari perbankan. Itu juga berkat fasilitasi dari OJK. Nilainya juga cukup besar untuk menggemukkan usaha, yaitu tembus Rp 500 juta.

Baca Juga:ATM Emas Bank Mandiri Region VI/Jawa 1 Kini Hadir di Surapati dan Soekarno Hatta BandungKPAID Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Medsos Usai Siswi SMK Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan

“Tentu ini sangat membantu, apalagi bunganya juga ringan,” cetusnya.

Suntikan modal itu digunakan berbagai keperluan pengembangan usaha. Termasuk menutup lubang pinjaman ke investor pribadi. Sehingga Rizky menguasai 100 persen usahanya.

Domba Tembus 300 Ekor

Rizky cukup cermat mengatur kucuran modal yang ada. Sehingga lapak ternak di lahan 1.100 meter persegi itu terus tumbuh. Mulai dari jumlah ternak, kandang, produk turunan, hingga pekerja yang dilibatkan.

Di peternakan yang kini diberi nama Young Farmer Farm (YFF) itu setidaknya ada 3 petak kandang. Saat ini populasi ternak ada 95 ekor. Tapi kalau penuh bisa mencapai sekitar 300 ekor. Itu biasanya terjadi saat momen Iduladha.

Hampir seratus domba itu ditempatkan dalam beberapa bilik kayu. Memang sengaja dipisahkan berdasarkan usia. Ada domba usia sekitar 3 bulan yang biasanya diminati untuk bibit oleh peternak, tapi ada juga kelompok domba yang sudah siap untuk disembelih.

Lalu ada juga bilik khusus domba kawin. Bahkan di tempat itu disediakan kandang karantina untuk observasi jika ada ternak baru datang dari luar.

Mayoritas di peternakan itu adalah Domba Garut. Tapi ada beberapa ekor domba ras Merino dan Dorper. Itu domba khusus yang sengaja dirawat untuk kepentingan kontes.

Baca Juga:Wajib Halal 2026 Jadi Peluang Industri Nasional Tingkatkan Daya SaingKomdigi Susun Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan, Target Terbit Akhir 2026

Semua domba di peternakan itu dipasang kalung dan nomor identitas. Bulunya rapi dan tak nampak kotoran bergelantungan. Lalu aroma khas domba memang ada, namun bau pesing dan gunungan kotoran yang biasa ada di peternakan domba umumnya tak begitu nampak di YFF.

0 Komentar