PED adalah program OJK yang digelorakan sejak 2024. Semangatnya adalah ikut memperkuat perekonomian daerah. Isi dari program itu di antaranya adalah perluasan akses pembiayaan, memperkuat rantai nilai usaha, hingga membuka akses pasar yang lebih luas ke sejumlah pelaku usaha di daerah. OJK sebagai fasilitator dan koordinator mempertemukan lembaga jasa keuangan, Pemda dengan pelaku usaha komoditas unggulan. Dan Rizky atau YFF adalah salah satu penerima manfaatnya di Jawa Barat.
Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menjelaskan bahwa pada 2024 dan 2025, program itu setidaknya menyasar dua komoditas di Jawa Barat. Yakni komoditas domba dan sapi perah.
Program itu juga berlanjut pada 2026 ini. Pada tahun ini, OJK menyasar komoditas unggulan baru yaitu ayam petelur. Setidaknya ada 4.565 pelaku usaha ternak ayam petelur yang dilibatkan.
Baca Juga:ATM Emas Bank Mandiri Region VI/Jawa 1 Kini Hadir di Surapati dan Soekarno Hatta BandungKPAID Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Medsos Usai Siswi SMK Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan
Selain soal fasilitasi akses permodalan, program itu juga menghubungkan peternak dengan pasar hingga offtaker. Termasuk membuka peluang pasar ekspor. “Di sisi hilir, OJK bersama Pemprov membuka perluasan pasar bagi pelaku usaha ayam petelur ke luar Jawa Barat maupun ekspor,” terangnya, Jumat (25/9) lalu.
Potensi Domba, Peluang Ekonomi Jabar
Di sisi lain, peluang besar sektor ternak domba dalam ikut mendongkrak perekonomian daerah bukan hanya soal angan. Hal itu didukung dengan beberapa data terkait.
Misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada 2025 produksi daging domba Jawa Barat merupakan tertinggi se-Indonesia. Yaitu tembus 13.715,68 ton. Lalu disusul Jawa Tengah dengan 5.481,63 ton dan Jawa Timur dengan 5.322,99 ton.
BPS juga mencatat bahwa populasi ternak domba di Jawa Barat cukup menggiurkan. Pada 2025 misalnya, tercatat populasinya tembus 5,5 juta ekor. Populasi terbanyak ada di Kabupaten Majalengka dengan 1,4 juta ekor.
Young Farmer Farm akan kembali riuh esok hari. Domba-domba menunggu pakan, sementara para pekerja bersiap mengaduk konsentrat. Di balik rutinitas itu, ada perjalanan usaha yang bermula dari lima ekor domba dan berkembang menjadi ruang penghidupan bagi warga sekitar.
Bagi Rizky, pembiayaan bukan sekadar tambahan uang untuk memperbesar kandang atau menambah ternak. Modal memberinya ruang untuk mengembangkan usaha, menjajaki pasar baru, dan membangun bisnis yang tak hanya bergantung pada musim kurban. Di Kabupaten Bandung, kisah Young Farmer Farm menunjukkan bagaimana penguatan pembiayaan dapat menjadi salah satu pijakan tumbuhnya usaha lokal, termasuk membuka peluang ekonomi yang manfaatnya menjalar melampaui pemiliknya.(son)
