Nathan Angtolyv Bawa Energi Baru Penabur Cirebon, Target Final Jadi Ambisi

Kemenangan besar menjadi pembuka perjalanan SMA BPK Penabur Cirebon di Honda DBL  with Kopi Good Day 2026 West
Kemenangan besar menjadi pembuka perjalanan SMA BPK Penabur Cirebon di Honda DBL  with Kopi Good Day 2026 West Java-East Region
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kemenangan besar menjadi pembuka perjalanan SMA BPK Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East Region. Berhadapan dengan SMAN 21 Bandung, Penabur Cirebon tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan 78-6.

Di balik kemenangan tersebut, Nathan Angtolyv tampil sebagai salah satu pemain yang paling menonjol. Penggawa Penabur Cirebon itu menjadi pencetak angka terbanyak tim dengan koleksi 16 poin.

Penabur Cirebon sudah menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan. Mereka menutup kuarter pertama dengan keunggulan 12-0. Permainan agresif kembali diperlihatkan pada kuarter kedua hingga skor melebar menjadi 36-4 saat halftime.

Baca Juga:Dukungan Keluarga Menguatkan Langkah Aira Affani di DBL West Java-EastDari Pemain NBL hingga Pelatih DBL, Handika Priya Terus Memburu Pengalaman

Selepas turun minum, Penabur Cirebon tidak mengendurkan tekanan. Mereka kembali memperbesar jarak menjadi 57-4 pada kuarter ketiga sebelum memastikan kemenangan 78-6.

Selain Nathan, Taamir Tsaqiif Nazhif ikut menyumbang 12 poin. Oktarian Putra Pamungkas mengemas 11 poin, sedangkan Alessander Brandon Wijaya mencetak 8 poin. Seviour Ikechukwu Nwabueze juga tampil solid di bawah ring dengan torehan 9 rebound.

Sementara itu, SMAN 21 Bandung hanya mendapatkan kontribusi angka dari Rafa Mauludansyah Massaki, Joefito, dan Zian Fajri Nuradzan Rustian yang masing-masing mencetak 2 poin. Joefito juga mengoleksi 5 rebound.

Hasil positif tersebut menjadi modal awal bagi Penabur Cirebon yang memiliki rekam jejak kuat di West Java-East Region. Tim ini pernah menjadi juara selama tiga musim berturut-turut pada 2021, 2022, dan 2023.

Namun, Penabur Cirebon musim ini harus memulai kembali proses membangun tim. Komposisi roster mengalami perubahan setelah para pemain kelas XII dari musim sebelumnya menyelesaikan masa sekolah mereka.

Nathan menyebut sebagian besar skuad Penabur Cirebon saat ini diisi pemain kelas X dan XI. Kondisi tersebut membuat proses membangun kekompakan membutuhkan waktu.

“Untuk tahun ini kita juga sempat ada pergantian roster, jadi sempat susah juga untuk mencari kekompakan kembali. Harus ulang lagi,” ujar Nathan

0 Komentar