JABAR EKSPRES – Perjalanan Handika Priya Saputra di dunia basket telah melewati berbagai peran. Pernah merasakan persaingan sebagai pemain profesional, ia kini kembali ke kompetisi DBL sebagai pelatih tim putri SMA BPK Penabur Cirebon di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.
Kembalinya Handika ke ekosistem DBL terjadi setelah sebelumnya ia menangani SMA IPH West Surabaya pada DBL East Java-North 2019. Tujuh tahun berselang, ia kembali mendapat kesempatan untuk berdiri di pinggir lapangan, kali ini bersama tim dari Jawa Barat.
“Bisa dibilang ini saya balik lagi ke kompetisi DBL. Karena tahun 2019 saya sempat jadi pelatih di DBL Surabaya dan sekarang diberi kesempatan untuk menjadi pelatih di tim Penabur Cirebon,” ujarnya.
Baca Juga:Dari Mager Jadi Punya Mimpi Besar, Basket Mengubah Perjalanan Neymi NaftalieVokalis Emka 9 Kanaya Whu Berpulang, Gubernur KDM Langsung Meluncur ke Tasikmalaya
Jauh sebelum menekuni dunia kepelatihan, Handika terlebih dahulu menjalani kehidupan sebagai pemain basket profesional. Ia pernah menjadi bagian dari Bimasakti Malang dan berkompetisi sejak era IBL hingga NBL Indonesia.
Karier profesional tersebut dijalaninya hingga 2015. Setelah itu, Handika memilih meninggalkan dunia basket profesional dan menerima tawaran untuk bekerja.
“Sebenarnya sudah dari sebelum NBL Indonesia ya. Sempat main waktu masih IBL, terus lanjut sampai NBL dan sampai 2015 selesai. Setelah itu sudah nggak jadi pemain profesional lagi. Dapat tawaran pekerjaan akhirnya memutuskan buat bekerja saja,” ungkapnya.
Namun, keputusan untuk meninggalkan basket profesional tidak serta-merta membuat Handika jauh dari lapangan.
Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut masih begitu kuat. Di sela kesibukannya bekerja, ia tetap sesekali bermain basket untuk sekadar menjaga kebugaran. Dari sana, muncul ketertarikan untuk mencoba peran baru sebagai pelatih.
Handika mengawali perjalanan kepelatihannya dengan menangani anak-anak usia dini. Fokusnya saat itu bukan hanya mengajarkan teknik, tetapi juga menumbuhkan rasa suka terhadap basket.
“Saya terus tertarik untuk mencoba melatih. Awalnya ya melatih anak-anak kecil gitu, mengajarkan ke mereka bagaimana untuk suka dulu di basket. Akhirnya dapat tawaran dan ya sekarang justru berkarya di Jawa Barat,” ucapnya.
Baca Juga:Tasik Jadi Kabupaten Pramuka, Bupati Cecep: Jangan Cuma Gagah di SeragamAPBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur Publik
Bagi Handika, menjadi pelatih bukan sekadar tentang memberikan instruksi kepada pemain.
