Laksma TNI Asep Iwa Soemantri Ajak Siswa Jauhi Narkoba, Judi, dan Hoaks

Sekretaris Lembaga Akademi Angkatan Laut (Seklem AAL), Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. H. Asep Iwa Soemantr
Sekretaris Lembaga Akademi Angkatan Laut (Seklem AAL), Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. H. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla saat berinteraksi dengan siswa baru-baru ini. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekretaris Lembaga Akademi Angkatan Laut (Seklem AAL), Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. H. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., mengunjungi salah satu SMP. Di hadapan sekitar 400 siswa dan tenaga pengajar, ia memberikan kuliah umum bertajuk ‘Pengembangan Karakter Pendidik dan Peningkatan Kompetensi Siswa Didik’.

Dalam kuliah umum tersebut, Asep membagikan kisah hidupnya sebagai lulusan SMP swasta yang kini menjadi Laksamana Pertama, doktor, dosen, dan pejabat strategis di TNI AL.

“Sekolah swasta bukan alasan untuk minder. Pencapaian itu diraih melalui proses panjang, ketekunan, dan kemauan belajar. Tidak ada yang instan dalam meraih prestasi, termasuk jabatan yang kini diembannya,” katanya belum lama ini.

Baca Juga:Vokalis Emka 9 Kanaya Whu Berpulang, Gubernur KDM Langsung Meluncur ke TasikmalayaTasik Jadi Kabupaten Pramuka, Bupati Cecep: Jangan Cuma Gagah di Seragam

Asep menyoroti tantangan generasi muda saat ini, terutama penggunaan gawai berlebihan dan arus informasi di media sosial.

Ia meminta siswa membatasi penggunaan telepon seluler agar tidak mengganggu belajar. Selain itu, ia mengingatkan bahaya berita hoaks yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Menurutnya, siswa harus lebih kritis dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia juga mengajak siswa menanamkan kecintaan terhadap tanah air dan semangat bela negara sejak dini. Pelajar hari ini adalah calon pemimpin bangsa.

Karena itu, ia mendorong siswa membangun branding diri positif dengan menjauhi narkoba, judi, pergaulan bebas, dan barang terlarang.

Asep menilai, karakter yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi masa depan mereka.

Bagi siswa yang ingin masuk TNI, Asep menekankan pentingnya prestasi dan kompetensi tambahan. Sertifikat Paskibra, pencak silat, atau kompetensi komputer menjadi nilai tambah.

Baca Juga:APBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur PublikTrinitas Bandung Targetkan Final DBL West Java-East, Perbaiki Titik Lemah Musim Lalu

Militer masa depan, katanya, mengandalkan intelektualisme. Penguasaan bahasa asing, terutama Inggris, juga penting karena tugas TNI AL berskala internasional, termasuk melalui program pelayaran Kartika Jala Krida.

Namun, Asep mengingatkan adab tidak boleh ditinggalkan. Sifat sidiq, amanah, fathonah, dan istiqomah harus menjadi bagian karakter. Sopan santun kepada orang tua dan guru wajib dijaga.

Ia menegaskan keras di militer adalah disiplin, bukan kekerasan fisik. Pembulian dan kekerasan dilarang. Kita fokus pada pembentukan karakter yang tangguh namun tetap beradab.

0 Komentar