JABAR EKSPRES – Kabupaten Tasikmalaya resmi menyandang predikat Kabupaten Pramuka. Tapi Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin tak ingin gelar tersebut berhenti pada seremoni, seragam, atau simbol tunas kelapa yang menghiasi kantor pemerintahan.
Ada pekerjaan besar yang harus dibuktikan.
Pesan itu disampaikan Cecep saat memimpin upacara peringatan HUT ke-65 Pramuka Tahun 2026 di kawasan objek wisata Galunggung, Kamis (10/9/2026). Hadir pula Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi.
Bagi Cecep, menjadi Kabupaten Pramuka berarti mendorong gerakan Pramuka turun lebih jauh ke tengah masyarakat.
Baca Juga:APBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur PublikTrinitas Bandung Targetkan Final DBL West Java-East, Perbaiki Titik Lemah Musim Lalu
“Sebagai Kabupaten Pramuka, harus menjadi sebuah gerakan bersama yang diwujudkan melalui program nyata, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Cecep.
Artinya, predikat tersebut bukan sekadar nama baru. Gerakan Pramuka dituntut ikut menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Pemkab Tasikmalaya menyiapkan lima indikator utama sebagai arah gerakan Kabupaten Pramuka, yakni religi, ekonomi, seni dan budaya, bakti dan gotong royong, serta publikasi.
Lima sektor tersebut diharapkan menjadi pintu masuk agar kegiatan kepramukaan tidak hanya identik dengan kegiatan baris-berbaris, perkemahan atau upacara.
Di sektor ekonomi, misalnya, Pramuka didorong ikut mengembangkan potensi lokal seperti UMKM, pertanian, peternakan hingga pariwisata.
Di bidang seni dan budaya, gerakan Pramuka diharapkan ikut menjaga kearifan lokal dan kesenian khas Tasikmalaya agar tidak tergerus zaman.
Sementara dalam bidang sosial, semangat bakti dan gotong royong akan diarahkan pada aksi nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga:Penabur Cirebon Incar Gelar Juara, Defense Jadi Fokus Utama di DBL West Java-EastDrawing DBL West Java-East 2026 Rampung, 54 Tim Kini Tahu Lawan Perdana
Bahkan, Pramuka diminta ikut mengambil peran dalam persoalan lingkungan dan kebencanaan.Mulai dari mitigasi bencana, penghijauan, kebersihan, pemberdayaan masyarakat hingga penataan ruang publik.
Agar gerakan tersebut tidak hanya menjadi program di tingkat kabupaten, Pemkab Tasikmalaya juga ingin semangat kepramukaan masuk hingga lingkungan pemerintahan dan desa.
Kepala desa sebagai Ketua Majelis Pembimbing Desa serta camat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Ranting akan didorong mendapatkan kursus orientasi singkat mengenai kepramukaan.
Identitas Pramuka juga akan diperkuat di lingkungan pemerintahan melalui pembangunan tugu tunas kelapa di setiap perangkat daerah, penyediaan tiang bendera Pramuka berdampingan dengan tiang Merah Putih, serta pemasangan naskah Dasadarma di lobi kantor pemerintahan.
