4 Gunung Bandung Utara Ditutup, Pendaki Diminta Tunda Aktivitas

Petugas Damkar KBB saat memadamkan api. Dok Humas Damkar KBB
Petugas Damkar KBB saat memadamkan api. Dok Humas Damkar KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Empat gunung di kawasan Bandung Utara ditutup sementara bagi pendaki. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi karhutla di tengah musim kemarau.

Empat kawasan yang terdampak yakni Gunung Manglayang di Kabupaten Bandung, Gunung Burangrang di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta, kawasan Cikole Lembang melalui Trek 11 Sukawana dan Lorong Lumut, serta Gunung Palasari di Kabupaten Subang.

Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai larangan aktivitas pendakian gunung dan hutan selama musim kemarau. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan potensi kebakaran yang salah satunya dapat dipicu aktivitas manusia.

Baca Juga:322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlindungan Sosial DigitalGroundbreaking pada Desember 2026, Proyek PSEL Semarang Raya Targetkan Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan Perum Perhutani KPH Bandung, Endan Cahyadi mengatakan, belum ada batas waktu pasti terkait penutupan tersebut.

“Penutupannya tidak ditentukan sampai tanggal tertentu,” kata Endan, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, jalur pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dan tingkat kerawanan kebakaran di kawasan hutan dinilai lebih aman.

“Kami melihat perkembangan cuaca dan kondisi kawasan terlebih dahulu sebelum aktivitas pendakian diperbolehkan kembali,” katanya.

Ia menyebut aktivitas berkemah menjadi salah satu kegiatan yang paling diantisipasi selama kondisi hutan masih rawan terbakar. Pendaki yang berada dalam kawasan hutan dalam waktu lama dinilai memiliki potensi lebih besar melakukan aktivitas yang dapat memunculkan sumber api.

“Yang paling kami antisipasi adalah kegiatan yang membuat orang tinggal cukup lama di dalam kawasan hutan, seperti camping. Dalam kondisi kering seperti sekarang, api kecil saja bisa menjadi persoalan,” ujarnya.

Endan menambahkan, kawasan hutan yang berada di wilayah Bandung Utara memiliki luas sekitar 20.500 hektare. Wilayah tersebut membentang dari Batu Kuda, Ujungberung, Kabupaten Bandung, Cikole hingga Rajamandala di Kabupaten Bandung Barat, kemudian Cisalak-Serangpanjang di Kabupaten Subang hingga Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga:Bupati Cecep Harapkan BKPRMI Ikut Bentuk Masa Depan Pemuda TasikmalayaKemarau Masih Terjadi, Polres Tasikmalaya Gelontorkan 5.000 Liter Air untuk Warga Kebon Kalapa

Dari total luasan tersebut, sekitar 75 persen merupakan hutan lindung, sedangkan 25 persen lainnya merupakan hutan produksi yang berada di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Endan, kawasan hutan produksi justru menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian lebih. Kondisi tersebut berkaitan dengan banyaknya material kering di lantai hutan yang mudah terbakar ketika terkena sumber api.

0 Komentar